-->

popunder

no-style

KETIKA KITA TAK LAGI DIBUTUHKAN, TERNYATA BELUM SELESAI*

Thursday, September 10, 2026, 11:52:00 AM WIB Last Updated 2026-09-10T04:52:40Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG -Ada saatnya seseorang merasa kehilangan ketika masa kerja berakhir. Bertahun-tahun terbiasa bangun pagi, pergi ke kantor, menjalankan tugas, bertemu rekan kerja, menyelesaikan tanggung jawab, dan merasa dirinya dibutuhkan.

Kemudian semuanya berubah.

Tidak ada lagi jadwal kantor. Tidak ada lagi meja kerja, rapat, target, atau jabatan yang harus dipertanggungjawabkan. Hari-hari yang dahulu penuh kesibukan tiba-tiba terasa lebih panjang.

Pada saat seperti itu, mungkin muncul sebuah pertanyaan dalam hati:

 *“Kalau saya sudah tidak bekerja, apakah saya masih berarti?”* 

Pertanyaan itu wajar. Sebab terkadang kita terlalu lama mengukur keberhargaan diri dari pekerjaan, jabatan, penghasilan, atau seberapa banyak orang yang membutuhkan kita.

Padahal, *berakhirnya masa kerja tidak berarti berakhirnya nilai kehidupan.* 

Pemazmur berkata:

«“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun...”
(Mazmur 90:10)»

Setiap musim kehidupan memiliki keindahannya sendiri. Ada masa untuk bekerja keras, ada masa untuk membangun, dan ada pula masa untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui, lalu menggunakan pengalaman itu untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Pensiun bukan berarti tidak lagi berguna.

Justru setelah puluhan tahun bekerja, seseorang memiliki sesuatu yang tidak selalu dimiliki oleh mereka yang masih muda: *pengalaman, kebijaksanaan, dan pelajaran hidup.* 

Mungkin kita tidak lagi dibutuhkan oleh kantor seperti dahulu. Tetapi keluarga masih membutuhkan kasih dan perhatian kita. Generasi yang lebih muda mungkin membutuhkan nasihat kita. Masyarakat masih membutuhkan pengalaman kita. Dan kehidupan masih menyediakan banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan.

Jangan biarkan pensiun membuat kita merasa kehilangan identitas.

Jabatan boleh berakhir. Pekerjaan boleh selesai. Tetapi *panggilan untuk hidup bermakna tidak pernah berhenti.* 

Kini mungkin waktunya bukan lagi mengejar apa yang harus dicapai, melainkan membagikan apa yang telah kita pelajari.

Bukan lagi bertanya, *“Apa yang bisa saya dapatkan?”,* tetapi mulai bertanya, “ *Apa yang masih bisa saya berikan?”* 

Sebab boleh jadi, ketika kita merasa tidak lagi dibutuhkan, justru di situlah kita menemukan bahwa hidup kita masih memiliki banyak arti.

 *Pensiun bukan titik akhir.* 

Ia hanyalah tanda bahwa satu bab telah selesai—dan masih ada halaman-halaman baru yang menunggu untuk diisi dengan kehidupan yang bermakna.(Rt/Rgy)
Komentar

Tampilkan

  • KETIKA KITA TAK LAGI DIBUTUHKAN, TERNYATA BELUM SELESAI*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x