AESENNWS.COM, Yogyakarta - Wakil Menteri Desa (Wamendes), Budi Arie Setiadi menilai pemilu 2024 akan lebih ruwet dari pemilu sebelumnya.
Sebab, keruwetan tersebut, kata Budi asalnya dari partai dan pemimpin yang cenderung mengedepankan politisasi agama.
"Kita yakin Indonesia hingga saat ini masih menghargai pluralisme," kata Wamen Budi Arie, di acara seminar kebangsaan Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia, Aula Kana, Kaliurang Yogyakarta, selasa (29/11/22).
Karena itu, kata Budi musyawarah rakyat (Musra) yang diperintahkan Jokowi menjadi relevan.
"Kita mendengarkan suara rakyat dari 75 juta generasi muda, aspirasi rakyat seperti apa maunya! Sehingga kita mengetahui kondisi objektifnya," ujar pelaku sejarah '98 ini.
Lanjutnya, musyawarah rakyat ini akan terus berjalan kedepan dalam waktu yang ditentukan kedepan. Disampaikannya, ke depan wilayah Gorontalo, Kupang dan Lampung menjadi ketempatan Musra.
"Jadi Pewarna adalah yang akan mewarnai pesta demokrasi ke depan di 2024, jangan gampang baper dan emosional," pesannya.
"Tugas kita di 2024, jangan terpancing dalam suasana kekisruhan dan meluruskan hal yang tidak baik sertai hargai kekayaan budaya bangsa Indonesia," pungkasnya.
Diskusi kebangsaan ciamik ini yang menjadi moderator Ashiong Munthe dan sebagai penanggap Yusuf Mudjiono, sekaligus Ketua Pewarna Indonesia.


