-->

iklan tengah artikel

no-style

Pemerintah Kota Probolinggo Terus Bergerak Menuju Pembangunan Rendah Karbon Melalui Aplikasi Aksara

Wednesday, November 8, 2023, 3:56:00 PM WIB Last Updated 2023-11-08T09:05:21Z
AESENNEWS.COM Probolinggo -  Pemerintah Kota Probolinggo tak henti-hentinya memperkuat langkah mereka dalam upaya mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), pemkot setempat telah mengajak sejumlah perangkat daerah untuk turut serta dalam perjuangan ini dengan melaporkan langkah-langkah mereka dalam meminimalisir efek GRK melalui penggunaan aplikasi Aksara.

Pada sebuah pertemuan di Ruang Pertemuan Lt 2 Bappeda Litbang pada Selasa (7/11) pagi, sejumlah dinas seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PR dan KP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), serta Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan berkumpul. Mereka, dengan tekun, mengisi data Aksara dengan bimbingan dari narasumber dari Provinsi Jatim.
Kepala Bappeda Litbang, Diah Sajekti Widowati Sigit, dengan tegas menyampaikan tujuan pertemuan ini. Ia ingin meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pembangunan rendah karbon serta meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di perangkat daerah dalam menggunakan aplikasi Aksara. Aksara, sebuah Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Aksi Pembangunan Rendah Karbon Indonesia, menjadi alat untuk merencanakan, memantau, dan melaporkan tindakan pembangunan rendah karbon secara terbuka dan akurat.

Menurut Diah, melalui pengisian Aksara, mereka dapat melacak pencapaian dalam pembangunan rendah karbon dan meningkatkan upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di Kota Probolinggo. Langkah ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung target penurunan GRK Indonesia hingga tahun 2060 yang telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. "Probolinggo Alhamdulillah bagus. Jadi aplikasi ini memang dipantau oleh pemerintah provinsi bagaimana upaya-upaya daerah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Baik itu dari segi sisi transportasi, limbah, sampah, energi dan tanah. Kita mendukung juga bahwa pengurangan emisi gas rumah kaca tahun 2060 itu harus bisa kita capai pengurangannya sampai 35% dan harus ditangani secara serius," ungkapnya dengan semangat.

Diah melanjutkan, sesuai dengan visi Wali Kota Probolinggo tahun 2019-2024 yang menekankan pembangunan berkelanjutan, salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui perencanaan pembangunan rendah karbon. Data-data yang melibatkan berbagai perangkat daerah terkait diinput ke dalam platform aplikasi Aksara untuk mencapai tujuan ini.

"Masing-masing tahun, kita memastikan untuk mengisi aplikasi Aksara ini karena kita ingin mendukung pembangunan berkelanjutan. Yang mana tujuannya adalah untuk mengatasi perubahan iklim yang semakin kita rasakan seperti suhu yang tinggi, kemudian panas. Pengisian ini sudah kita lakukan tahun 2020, lanjut 2021, vakum 2022, dan sekarang tahun 2023 kita memulai mengisi lagi," jelasnya.

Melalui pertemuan ini, Diah berharap para peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dalam pengisian aplikasi Aksara. Mereka akan memastikan bahwa data yang diinput sesuai dengan standar. Apabila sudah sesuai, langkah selanjutnya adalah melakukan pemantauan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan Bappeda sebagai koordinator pengisian Aksara. Diah juga menegaskan pentingnya konsistensi operator dalam pengisian data ini. Dalam dunia perubahan iklim, setiap langkah, sekecil apapun, dapat memiliki dampak besar.
(SB)
Komentar

Tampilkan

  • Pemerintah Kota Probolinggo Terus Bergerak Menuju Pembangunan Rendah Karbon Melalui Aplikasi Aksara
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x