Sidak Bahan Pokok Nataru, Harga Stabil dan Stok Cukup -->
  • Jelajahi

    Copyright © aesennews.com - Terarah Secara Aktual
    Best Viral Premium Blogger Templates

    available

    #'
    Loading...

    dlm artikel

    hr

    kris

    Iklan

    Close Ads Here
    -->
    Close Ads Here
    -->

    Sidak Bahan Pokok Nataru, Harga Stabil dan Stok Cukup

    Sunday, December 24, 2023, 5:32:00 PM WIB Last Updated 2023-12-24T10:32:43Z

    AESENNEWS.COM Probolinggo - Dalam menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebuah ekspedisi tak terduga dilakukan oleh tim berpengalaman pada Kamis (21/12) pagi. Tim penuh semangat yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMP), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bulog Probolinggo, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, serta anggota Kodim 0820 dan Polres Probolinggo Kota, bergerak dipimpin oleh Sekda Kota yang berkompeten, drg. Ninik Ira Wibawati.


    Sebelum memulai petualangan sidak mereka, rombongan berkumpul di lobby kantor wali kota, membangun antisipasi dan semangat. Perjalanan dimulai dari pasar tradisional terbesar di Kota Mangga, Pasar Baru. Di sana, tim dengan penuh kecermatan mengamati dan mencatat harga beberapa bahan pokok. Cabai rawit menggoda dengan harga mencapai Rp 80 ribu/kg, sementara daging ayam ras memikat dengan harga Rp 33 ribu/kg. Cabai merah besar menyusul dengan harga menarik Rp 70 ribu/kg, dan di antara semua itu, telur ayam ras dan daging sapi super dan biasa menyusun narasi harga yang tak bisa diabaikan.

    Kisah di pasar menunjukkan bahwa stok cabai merah besar dan cabai rawit melimpah, tetapi sayangnya, tak banyak yang menginginkannya. Seorang pedagang dengan 18 kg cabai rawit dan 10 kg cabai merah besar mengeluhkan sepi pembeli. Namun, berbeda cerita untuk telur ayam ras dan daging ayam ras, yang memiliki stok yang cukup memadai.


    Seorang pedagang daging sapi memberikan pengakuan menarik, mengklaim bahwa ia hanya menaikkan harga saat merayakan Idul Fitri. "Naiknya cuma sekali pas Hari Raya Idul Fitri, habis itu normal terus meskipun Natalan dan Tahun Baru," ujar sang penjual dengan lugas.


    Kepala DKUMP, Fitriawati, membuka tabir tujuan ekspedisi ini, yakni memastikan stok bahan pokok mencukupi dan harganya stabil untuk kebutuhan masyarakat. "Dari pantauan kami stok sudah cukup dan harga stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan. Bahkan cabe rawit sekarang mengalami penurunan," terang Fitriawati, mengungkapkan dimensi baru dari perjalanan sidak ini.


    Perjalanan tak berakhir di pasar tradisional, tim melanjutkan petualangan ke tiga swalayan ternama di Jalan dr. Sutomo. Di sana, tim dengan sigap bergerak ke rak-rak yang penuh dengan beras, minyak goreng, dan gula. "Jadi kita mengecek ketersediaan sembako ini termasuk juga harganya. Alhamdulillah masih tercukupi semua karena tidak seperti Idul Fitri benar-benar penuh perhatian," ungkap Sekda Ninik dengan senyuman setelah sidak.


    Sekda Ninik berharap masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan belanja berlebihan. "Harapannya masyarakat tetap bisa selektif memilih. Jangan khawatir tidak perlu panic buying, itu yang terpenting," pintanya dengan tulus. Dia menekankan bahwa semua kebutuhan masyarakat, baik di pasar tradisional maupun di supermarket, masih tersedia dengan cukup.


    Sementara itu, Kepala Bulog, Mochammad Ramadan, memberikan informasi menarik di lokasi terakhir sidak. Pada pengelola swalayan Graha Mulia (GM) Tari, Bulog menawarkan beras pemerintah dengan merek SPHP. Ramadan menyebutnya sebagai stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan harga yang cukup terjangkau. Kehadiran beras SPHP ini segera akan direspons oleh pihak GM, membentuk babak baru dari petualangan sidak yang penuh makna ini.

    (SB)

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini