-->

iklan tengah artikel

no-style

Pendakian Gunung Kencana Bogor Diganggu Sosok Pocong. Cerita Pendakian Bikin Seram, Nyata dialami penulis.

AESENNEWS.COM
Monday, February 19, 2024, 5:02:00 PM WIB Last Updated 2024-02-19T12:08:06Z
AESENNEWS.COM, Bogor - Pendakian gunung kencana Bogor tahun 2020 memiliki kisah yang tidak diduga, yakni bertemunya sebuah sosok yang memang membuat bulu pundak merinding. Kisah awal pendakian gunung kencana Bogor dimulai perjalanan dari rumah jam 12:00 WIB menembus perjalanan 2 jam hingga sampai di lokasi, ditambah kabut sehingga menambah Susana horror selama perjalanan melewati kebun teh sebelum basecamp.

Dua jam berlalu di perjalanan sampailah di basecamp gunung kencana tidak perlu waktu lama langsung memarkirkan kendaraan motor di parkiran dan berjalan sekitar 20 menit dari parkiran ke basecamp. Pendaftaran sekitar 5 menit dan siap-siap mulai perjalanan muncak. 

Perjalanan ke puncak di mulai dengan tanjakan sambalado yang nanjaknya luar biasa, saat itu perkiraan pukul 15:00 WIB atau jam tiga sore ditengah hutan, gelap karena kabut terlebih lagi perjalanan sendirian atau solo camp.

Pendakian terasa cukup singkat namun selama diperjalanan karena rimbun pepohonan sehingga suasana horor sangatlah terasa, saat itu keadaan mau hujan karena pendakian pada saat bulan Desember. 

Karena jalan santai pendakian kurang lebih memakan waktu 1 jam, tidak berfikir yang aneh-aneh, namun karena kondisi suasana yang mencekam membuat sedikit merasa takut dan cemas, terlebih lagi pendakian sendiri ini ditemani oleh suara-suara burung yang berkicau seolah-olah datang untuk menemani perjalanan.
Sampailah di lokasi camp area yang memang saat itu benar-benar sendiri, tidak ada satu orangpun atau satu tendapun yang ada di lokasi. Saya mulai mendirikan tenda dengan ukuran 2*2 meter, mendirikan api unggun, dan mempersiapkan agar teduh dari hujan. 

Pada saat sampai di camp area kondisi benar-benar gelap karena kondisi kabut yang menyelimuti wilayah area camp, membuat pandatangan juga kurang leluasa melihat ke sekitar, walaupun memang di camp area sangatlah luas untuk camp.
Waktu berjalan sampailah di kondisi malam hari, hingga pukul 7 Malam belum ada pendaki lain yang sampai di lokasi, jadi kondisi saya benar-benar sendirian di puncak gunung kencana. 

Turunlah hujan yang sangat lebat dan besar, angin, guntur menggelegar menambah suasana horor di puncak gunung tersebut, ditambah lagi kondisi tenda bocor dan banjir didalam sulit untuk bisa tidur atau tiduran. 

Kondisi hujan mulai reda pukul 21:00 wib,  walaupun sebelumnya hujan besar tidak membuat api unggun saya mati total, masih menyisakan api karena saya Sdh pasang flysheet di atas api unggun jadi sedikit aman. 

Ditengah membersihkan genangan air di dalam tenda dengan tisu dan kain lap, sayup-sayup saya mendengar suara orang mengobrol dari kejauhan dan lama-lama semakin mendekat, ditambah suara seperti seseorang menginjak ranting kayu, "Trak, Trak". Perasaan saya mulai sedikit tenang karena dalam pikiran saya pasti pendaki lain.

Kemudian, saat hujan deras tersebut ada satu orang yang memanggil saya "kang, kang, saya boleh nitip tas dan kamera" saya jawab boleh kang. Akhirnya kamera dan tas tersebut ditaruh ke dalam tenda tanpa saya tahu siapa yang menyimpan tas tersebut, karena orang yang memberikan barang tersebut langsung bergegas pergi dari tenda saya. mungkin pikiran saya mereka lagi mendirikan tenda, terlebih lagi banyak suara mengobrol dan seakan sibuk mendirikan tenda. 

Akhirnya setelah hujan mulai reda, orang yang menitip barang tersebut langsung ambil kembali barangnya, "kang saya mau ambil" saya jawab boleh kang". tapi dia ga bilang terimakasih dan langsung ambil barang tersebut. 

Akhirnya saya coba keluar karena aneh kok ga bilang terimakasi, akhirnya saya mencoba keluar dari tenda dan berencana untuk melihat pendaki tersebut dan menuju api unggun untuk menghangatkan tubuh, jarak api unggun dengan tenda kurang lebih 8-10 meter. sehingga saya harus benar-benar keluar tenda supaya dapat kehangatan.

Setelah saya membuka tenda, yang bikin saya kaget adalah tidak ada orang satupun di luar tenda saya, nyatanya saya mendaki sendirian di puncak gunung kencana dan pendaki yang mengobrol dengan saya tidak ada. suara-suara orang ngobrol ternyata tidak ada. 

Seketika saya kaget dan lemas namun saya tetap berfikiran positif mungkin mereka langsung turun "pikir saya". untuk menenangkan diri sembari duduk didekat api unggun. 

Waktu menunjukan pukul 10 Malam, dan saya masih didepan api unggun menghangatkan tubuh. mulai terdengar kembali suara "Trak, Trak" seperti orang menginjak ranting. Saya terus berfikiran positif hingga pada akhirnya suara tersebut makin jelas terdengar di belakang saya dekat area tenda. 

Karena kondisi mencekam akhirnya saya coba masuk ke tenda, setelah didalam tenda suara itu masih ada bunyi trek-trek,    dan orang mengobrol. saya beranikan diri untuk keluar karena penasaran dan menguatkan diri untuk tetap positif. ketika saya keluar tenda anehnya memang tidak ada siapa-siapa, namun saat saya melihat sekitar tercium aroma bau bunga melati sangat menyengat.

Dan saat saya menengok kebelakang tenda yang bikin kaget adalah ada sesosok makhluk putih seperti pocong terbang menembus pepohonan disertai dengan bunyi trek trek, hanya saja tidak jelas muka/wajahnya seperti apa. Hanya badan yang dibungkus kain putih terbang kekanan dan ke kiri.

Awalnya saya ga yakin itu sosok aneh, namun ketika dia dua kali balik arah saya baru sadar itu merupakan sosok pocong. 


Saya langsung lari ke dalam tenda dan terus berfikiran positif dalam pikiran saya anggap itu hanyalah kabut yang terbawa angin. 


Memang tidak terjadi hal yang tidak diinginkan namun dalam kondisi mencekam tersebut hujan tiba-tiba turun dan kembali kondisi tenda saya banjir, hingga pada akhirnya pagi tiba saya tidak bisa tidur. Dan jam 8 pagi saya turun dari area camp, sampai pagi memang tidak ada pendaki lain, diperjalanan pulang akhirnya ketemu pendaki lain yang solo hiking dan ada 1 team yang naik ber empat.

Setelah di area basecamp saya coba tanya ke petugas basecamp apakah ada pendaki malam tadi, jawabannya tidak ada. Memang sepi hanya saya yang mendaki, ada pendaki juga pagi hari dan itu tidak sampai ke atas hanya ke area lain, dan dia bilang hari ini juga baru ada 4 pendaki yang naik ke atas. 

Saya langsung kaget yang solo hiking pertama siapa?

Kenapa memangnya kang? Tanya petugas.

Tidak apa kang jawab saya sambil lemas dan pulang.

Penulis
(Asep Supriana)

Komentar

Tampilkan

  • Pendakian Gunung Kencana Bogor Diganggu Sosok Pocong. Cerita Pendakian Bikin Seram, Nyata dialami penulis.
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x