AESENNEWS.COM,PANDEGLANG - BANTEN, Aktivis ikatan rakyat reformasi (IKRAR) menyoroti dugaan ketidak transparanan pengunaan alokasi dana bos SMAN 10 Pandeglang tahun 2025.Selasa(17-02-2026)
Menurut penuturan Enji selaku aktivis IKRAR, sikap "Arogan" Oknum kepala SMAN 10 Pandeglang saat dikonfirmasi terkait anggaran pemeliharaan sarana prasarana serta pengembangan perpustakaan dengan nominal fantastis ini seolah "ada" yang ditutupi oleh AQ selaku kepala sman 10 Pandeglang, alih alih menjelaskan penggunaan dana bos, diduga oknum kepala Sman 10 Pandeglang berinisial HJ. AQ justru menjawab dengan nada sinis
"Waalaikumsalam. Maksadna kmh? Data ieu kenging ti mana? Cobi kin dicek realisasi anggarannya.
Ini sdng libur menjelang ramadhan, sdng di pulkam. Rehat sjnak urusan kantor.🙏" Kilahnya
Pada saat konfirmasi, enji selaku aktivis IKRAR mempertanyakan prihal nominal pemeliharaan sarana dan prasarana tahap I 2025 yang mencapai Rp 245.430.000, tahap II 2025 sebesar Rp 384.305.000
Serta anggaran pengembangan perpustakaan tahap I 2025 (89.735.500), tahap II 2025
RP 79.924.500.
" Sederhana saja sebetulnya, kami hanya mempertanyakan betul tidaknya anggaran sekian, barangkali kami keliru mohon diluruskan, tetapi justru kami mendapat jawaban bernada sinis dari oknum kepala SMAN 10 Pandeglang, ini ada apa sebetulnya? Padahal anggaran tersebut menurut keyakinan kami perlu dipublikasikan agar masyarakat tahu pajak yang dikumpulkan selama ini digunakan untuk ini dan itu".
Masih kata enji, IKRAR Mendesak kepada KCD Provinsi Banten Pimpinan Ibu Dede Rukhyati agar mempertimbangkan untuk memecat oknum kepala SMAN 10 Pandeglang
"Kami mendesak kcd berbenah, dan mengevaluasi kepala sekolah yang berada di bawah naungan KCD Provinsi Banten (Pandeglang) untuk menegaskan kepada para kepala sekolah agar mempublikasikan anggaran dana Bos" pungkasnya
Redaksi membuka ruang hak jawab, koreksi dan klarifikasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik
Reporter Ab-Tim
