AESENNEWS.COM,JAKARTA – Dunia pendidikan teologi di Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga kemurnian Injil melalui penyelenggaraan Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (KISSTTI) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Maret 2026 ini diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia dan bertempat di Aula John Calvin, Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional.
Konvensi nasional ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan Sekolah Tinggi Teologi (STT), dosen, teolog, pemimpin gereja, mahasiswa teologi, serta para profesional Kristen dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul dalam satu forum untuk membahas masa depan pendidikan teologi sekaligus menegaskan kembali pentingnya Injil sebagai fondasi utama dalam kehidupan gereja dan dunia akademik.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Jeane Marie Tulung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum nasional tersebut.
Menurutnya, konvensi ini mencerminkan kesadaran bersama dari berbagai perguruan tinggi teologi untuk memperkuat pelayanan Injil melalui pendidikan yang berkualitas.
“Pendidikan teologi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan pemimpin gereja yang memiliki kedalaman iman sekaligus kemampuan intelektual untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Peluncuran Buku “Supremasi Injil dalam Dunia Akademik”
Salah satu agenda penting dalam konvensi ini adalah peluncuran buku berjudul Supremasi Injil dalam Dunia Akademik. Buku tersebut merupakan karya bersama sejumlah teolog dari berbagai sekolah tinggi teologi di Indonesia.
Melalui buku ini ditegaskan bahwa Injil harus menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas akademik, termasuk dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Para akademisi teologi diajak untuk mengembangkan pemikiran teologi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga tetap setia pada kebenaran Injil.
Pesan Teologis dari Stephen Tong
Konvensi ini juga menghadirkan Stephen Tong sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga supremasi Injil dalam kehidupan gereja maupun dalam pendidikan teologi.
Ia mengingatkan bahwa gereja dan lembaga pendidikan teologi akan kehilangan arah apabila Injil tidak lagi menjadi dasar utama dalam pengajaran dan pelayanan.
“Injil adalah kekuatan Elohim yang menyelamatkan manusia. Karena itu Injil harus tetap menjadi pusat pemberitaan gereja dan pendidikan teologi,” tegasnya.
Diskusi Ilmiah dan Kolaborasi Teologi
Selama dua hari pelaksanaan konvensi, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi ilmiah yang membahas supremasi Injil dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan pelayanan gereja.
Beberapa topik yang dibahas antara lain metodologi penelitian teologi berbasis Injil, tantangan sekularisasi dalam dunia akademik, serta pentingnya membangun diskursus teologi Injili yang kuat di Indonesia.
Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai sekolah tinggi teologi untuk memperkuat jaringan kerja sama nasional, termasuk melalui penandatanganan kerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia.
Pernyataan Konvensi Injil
Di akhir kegiatan, panitia membacakan Pernyataan Konvensi Injil I BMPTKKI yang berisi dua belas butir komitmen bersama untuk menjaga kemurnian Injil dalam pendidikan teologi dan pelayanan gereja.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan otoritas Alkitab sebagai dasar Injil serta menjadikan Injil Yesus Kristus sebagai pusat pendidikan teologi dan pelayanan gereja.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah syukur sebagai ungkapan terima kasih atas terselenggaranya konvensi nasional tersebut.
Melalui konvensi ini, BMPTKKI berharap sinergi antar sekolah tinggi teologi di Indonesia semakin kuat sehingga Injil tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan teologi dan kesaksian iman Kristen di tengah masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor : rgy
