AESENNEWS.COM,BOGOR-Seorang pria bekerja di sebuah lingkungan yang penuh dengan tekanan, kata-kata kasar, dan kebiasaan yang tidak baik. Awalnya ia merasa tidak nyaman dan ingin keluar dari tempat itu. Baginya, lingkungan itu terlalu “gelap” untuk dipertahankan.
Namun suatu hari ia tersadar:
“Kalau semua orang yang mau hidup benar memilih pergi… siapa yang akan membawa terang di tempat ini?”
Sejak saat itu, ia memutuskan untuk tetap tinggal. Bukan untuk ikut arus, tetapi untuk menjadi berbeda. Ia memilih jujur saat orang lain curang, tetap lembut saat orang lain kasar, dan tetap peduli saat yang lain acuh tak acuh. Perlahan, tanpa banyak kata, hidupnya mulai menjadi kesaksian.
Inilah panggilan kita sebagai orang percaya.
Dalam Lukas 5:27-32, Yeshua datang kepada Lewi, seorang pemungut cukai yang dibenci dan dijauhi. Bahkan Yeshua duduk makan bersama dia dan orang-orang yang dianggap “tidak layak.”
Hal ini membuat orang Farisi bersungut-sungut. Mereka lebih sibuk menjaga citra sebagai orang suci daripada menjangkau jiwa yang membutuhkan. Namun Yeshua menjawab dengan tegas:
Lukas 5:31
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."
Yeshua menunjukkan bahwa kasih tidak menghindar—kasih hadir untuk memulihkan.
Sering kali kita tergoda untuk menjauh dari dunia yang “tidak rohani.” Kita merasa lebih aman berada di lingkungan yang nyaman dan seiman. Tetapi jika kita terus menghindar, bagaimana mungkin kita bisa menjadi garam dan terang?
Garam harus menyentuh agar memberi rasa.
Terang harus hadir agar mengusir gelap.
Hari ini kita diingatkan:
Kita tidak dipanggil untuk menghindari dunia, tetapi untuk hadir di dalamnya sebagai pembawa perubahan.
Hadir dengan kasih, bukan penghakiman
Hadir dengan keteladanan, bukan hanya perkataan
Hadir membawa terang di tengah kegelapan
Karena pada akhirnya…
*Hidup yang dipakai Tuhan bukanlah hidup yang bersembunyi dari dunia, tetapi hidup yang berani hadir dan menjadi berkat di dalamnya.*rt / rgy)
