AESENNEWS.COM,BOGOR- Matius 7:22 berkata bahwa pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada Tuhan. Mereka merasa sudah melakukan banyak hal demi nama-Nya—bernubuat, mengusir setan, bahkan melakukan mujizat. Namun yang mengejutkan, tidak semua yang berkata demikian benar-benar dikenal oleh-Nya.
Saudaraku yang terkasih, ada satu ironi dalam kehidupan ini: seseorang bisa tahu arah tujuan, tetapi tidak pernah benar-benar berjalan ke sana.
Bayangkan seseorang yang berdiri di pinggir jalan, memberi petunjuk dengan sangat yakin. Ia tahu jalan menuju suatu tempat, hafal setiap belokan, bahkan bisa menjelaskan dengan detail kepada orang lain. Banyak orang yang mendengarkan petunjuknya akhirnya sampai di tujuan.
Namun ternyata… orang yang memberi petunjuk itu sendiri tidak pernah berangkat.
Ia tahu jalannya, tetapi tidak pernah melangkah.
Tanpa disadari, banyak orang percaya hidup seperti itu. Kita tahu tentang Tuhan. Kita tahu firman. Kita] tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kita bisa menasihati, mengajar, bahkan mengajak orang lain untuk datang kepada Tuhan.
Tetapi apakah kita sendiri berjalan?
Kita bisa menyuruh orang lain berdoa, tetapi kita sendiri jarang berdoa.
Kita bisa mengajak orang lain beribadah, tetapi hati kita tidak sungguh-sungguh datang kepada Tuhan.
Kita bisa berbicara tentang kebenaran, tetapi hidup kita tidak mencerminkannya.
Kita tahu jalan ke surga… tetapi tidak pernah benar-benar berangkat.
Yeshua tidak mencari orang yang hanya tahu arah.
Hamasiah mencari orang yang berjalan bersama-Nya.
Firman Tuhan dalam Matius 19:30 mengingatkan bahwa yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir, dan yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu. Artinya, mereka yang merasa sudah lama mengenal Tuhan, sudah terbiasa dengan hal-hal rohani, belum tentu sungguh hidup di dalam-Nya.
Masalahnya bukan pada pengetahuan, tetapi pada ketaatan.
Bukan pada apa yang kita katakan, tetapi pada bagaimana kita hidup.
Saudaraku, jangan sampai kita sibuk mengarahkan orang lain, tetapi kita sendiri diam di tempat. Jangan sampai kita menjadi orang yang tahu banyak tentang Tuhan, tetapi tidak pernah benar-benar hidup bersama-Nya.
Sebagai orang tua, jangan hanya pandai menyuruh anak datang kepada Tuhan, tetapi kita sendiri tidak memberi teladan. Sebagai orang percaya, jangan hanya rajin berbicara, tetapi malas berjalan.
Karena pada akhirnya, yang Tuhan lihat bukan seberapa banyak kita tahu, tetapi apakah kita sungguh berjalan.
Hari ini adalah kesempatan.
Bukan untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk mulai melangkah.
*Jangan hanya tahu jalan ke surga… mulailah berangkat* .
Amen.
(rt / rgy)
