AESENNEWS.COM,DEPOK, 21 Agustus 2026 — Acara “Berdoa bagi Depok dan KKR” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 312 Tahun Injil Masuk Depok sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, berlangsung sangat luar biasa, penuh sukacita, kekhidmatan, dan kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Cahaya, Jl. Pemuda No. 7, Depok, ini dihadiri sekitar 200 Pendeta, Pastor, Gembala, para hamba Tuhan, serta undangan dari berbagai gereja dan organisasi gerejawi.
Malam tersebut menjadi momentum istimewa karena para hamba Tuhan dari berbagai aras gereja berkumpul dan bersatu dalam satu hati untuk berdoa bagi Kota Depok dan bangsa Indonesia. Suasana acara berlangsung sangat hidup, penuh sukacita dalam pujian dan penyembahan, namun juga khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menaikkan doa bagi Depok, Jawa Barat, dan Indonesia.
Acara diawali dengan penampilan Pdt. Daniel Purba, M.Th., yang membawakan lagu bernuansa Kristen ciptaannya. Penampilan tersebut membuka rangkaian kegiatan dengan suasana sukacita sekaligus membangun kebersamaan seluruh peserta.
Selanjutnya, acara dibuka dengan kata sambutan Ketua Panitia, Pdt. Lijan Nainggolan, S.Kom., M.Th., kemudian dilanjutkan dengan Doa Pembuka oleh Pdt. Kasmari, M.Th.
Pemerintah dan Berbagai Unsur Hadir Bersama
Kata sambutan mewakili Pemerintah Kota Depok disampaikan oleh Indra Kusuma Cahyadi, S.T., M.H., Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Idwasbang) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok.
Wali Kota Depok berhalangan hadir karena pada waktu yang bersamaan sedang bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan.
Acara juga dihadiri oleh perwakilan Kapolres Metro Depok, yaitu Wakasat Narkoba, serta perwakilan Kementerian Agama, Bapak H. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., selaku Kasubbag TU, dan perwakilan FKUB, Bapak Zetsplayers, S.H.
Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin memperlihatkan kuatnya semangat persatuan, toleransi, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Kota Depok.
Tiga Aras Gereja Bersatu dalam Doa
Salah satu momentum utama malam tersebut adalah sesi “Berdoa bagi Depok dan Berdoa bagi Bangsa”, yang menghadirkan tiga pendeta dari tiga aras gereja:
- Pdt. David Kather, M.Th. — PGPI
- Pdt. Kaleb, M.Th. — PGLII
- Pdt. Rommy Palit, M.Th. — PGIS
Ketiganya secara khusus membawa dalam doa Kota Depok, bangsa dan negara Indonesia, para pemimpin bangsa, pemerintah, gereja, masyarakat, serta masa depan generasi bangsa.
Kebersamaan tiga aras gereja ini menjadi salah satu gambaran nyata bahwa perbedaan denominasi tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam doa bagi Kota Depok dan Indonesia.
Firman Tuhan
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th.
Pemberitaan Firman menjadi salah satu puncak rangkaian acara, menguatkan dan meneguhkan seluruh peserta untuk semakin dekat kepada Tuhan serta menghadirkan kehidupan yang menjadi berkat dan kesaksian di tengah masyarakat.
Update Program Pemerintah Jawa Barat
Selanjutnya, H. Pradi Supriatna, S.Kom., M.M.S.I., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, menyampaikan kata sambutan sekaligus memberikan update mengenai berbagai program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik yang telah terlaksana maupun program yang akan dikerjakan ke depan.
Toleransi dan Kerukunan Nasional
Malam tersebut juga dihadiri oleh Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut berlangsung diskusi dan update mengenai toleransi dan kerukunan umat beragama secara nasional, yang menjadi perhatian penting dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang damai, rukun dan saling menghormati.
312 Tahun Injil Masuk Depok
Ketua PGPI Kota Depok, Pdt. Steven Hutabarat, S.E., M.P.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus atas kesempatan untuk memperingati 312 Tahun Injil Masuk Depok.
Pdt. Steven menegaskan bahwa peringatan 312 tahun Injil masuk Depok bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali panggilan gereja untuk terus membawa kasih Kristus, kebenaran, perdamaian dan dampak nyata bagi Kota Depok serta bangsa Indonesia.
“Kita bersyukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia dan bersyukur karena hari ini kita dapat memperingati 312 tahun Injil masuk Depok. Momentum ini kita jadikan kesempatan untuk berdoa bagi Depok, berdoa bagi bangsa Indonesia, dan bersama-sama membangun gereja yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.”
Malam yang Sangat Luar Biasa
Secara keseluruhan, malam KKR dan doa bagi Depok berlangsung sangat luar biasa. Sukacita, pujian, penyembahan, doa, pemberitaan Firman Tuhan, pesan kebangsaan, serta kebersamaan para hamba Tuhan dari berbagai aras gereja berpadu menjadi satu momentum yang sangat berkesan.
Sekitar 200 Pendeta, Pastor, Gembala dan para hamba Tuhan dari gereja-gereja yang bernaung di PGPI serta para undangan hadir bersama. Turut hadir perwakilan dari PGIS, PGLII, Advent, Baptis, Bala Keselamatan, Orthodox, FKUB, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
Malam ini menjadi sebuah kesaksian bahwa gereja-gereja di Kota Depok dapat bersatu, berjalan bersama dan berdoa dalam satu hati bagi Depok dan Indonesia.
Peringatan 312 Tahun Injil Masuk Depok diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk terus melanjutkan panggilan gereja: hadir bagi masyarakat, menjadi berkat, menjaga persatuan, memperkuat toleransi dan memberikan dampak nyata bagi bangsa.
Dari Depok, Gereja Berdoa.
Untuk Depok, Gereja Hadir.
Untuk Indonesia, Gereja Berdampak.
PGPI KOTA DEPOK
BERDOA BAGI DEPOK — BERDOA BAGI BANGSA ( Christin)
