AESENNEWS.COM,DEPOK, Nisero Production memberikan edukasi dan pemahaman kepada para siswa SMPN 31 Depok mengenai perkembangan dunia entertainment, perfilman, media sosial, serta peluang karier di industri kreatif.
Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi dan talenta muda yang telah berkecimpung di dunia entertainment. Dalam kesempatan itu, perwakilan Nisero Production, Ivannisa Rahma Kawan Cell, berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara positif.
Ivan nisero mengatakan, dirinya sengaja menghadirkan sejumlah murid dan talenta muda untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada para siswa. Menurutnya, generasi muda saat ini sangat dekat dengan media digital sehingga perlu diberikan pemahaman bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus membuka peluang karier.
“Instagram dan media sosial sebenarnya bisa menjadi pembelajaran pertama bagi anak-anak.
Di sana juga ada peluang karier, khususnya bagi mereka yang memang memiliki ketertarikan di dunia entertainment,” ujarnya.
Ia menilai, generasi Z maupun generasi Alpha memiliki peluang besar untuk berkembang di industri kreatif apabila mendapatkan pendampingan yang tepat dari orang tua dan lingkungan sekolah.
Ivan Nisero yang mengaku telah lama berkecimpung di dunia entertainment juga menceritakan sejumlah aktivitas Nisero Production, termasuk keterlibatannya dalam produksi film layar lebar dan berbagai iklan.
Ia berharap kehadiran para praktisi di lingkungan sekolah dapat membuka wawasan siswa bahwa dunia entertainment bukan sekadar tampil di depan kamera, tetapi memiliki banyak bidang yang dapat menjadi pilihan karier.
“Saya ingin ikut membangun Depok agar semakin kreatif. Ekonomi kreatifnya juga bisa semakin berjalan dan berkembang. Karena itu, kami mencoba memperkenalkan para praktisi dan talenta muda kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Dukungan Orang Tua Menjadi Kunci
Dalam kegiatan tersebut, Farel, salah satu talenta muda yang hadir, turut membagikan pengalaman mengenai perjalanan dirinya hingga terjun ke dunia entertainment.
Menurut Farel, dukungan kedua orang tua menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya.
Ia mengaku sejak kecil memiliki rasa penasaran terhadap dunia televisi, perfilman, hingga entertainment. Rasa penasaran tersebut kemudian mendapat dukungan dan bimbingan dari orang tuanya.
“Kalau tidak ada dukungan kedua orang tua terhadap kegiatan dan apa yang saya lakukan, kemungkinan saya tidak akan bisa berdiri di sini,” kata Farel.
Farel menambahkan, perubahan zaman yang begitu cepat membuat anak-anak saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hampir setiap hari mereka bersentuhan dengan perangkat digital dan berbagai platform media sosial.
Karena itu, menurutnya, apabila ada anak yang memiliki ketertarikan terhadap dunia entertainment, orang tua sebaiknya tidak langsung melarang, melainkan memberikan pendampingan dan mengarahkan minat tersebut ke jalur yang positif.
Shaquila Keisha: Entertainment dan Pendidikan Harus Berjalan Bersama
Sementara itu, talenta muda lainnya, Syakila Keisha, juga membagikan pengalaman kepada para siswa. Perempuan berusia 19 tahun tersebut mengaku telah menyukai dunia akting sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Selain aktif di dunia entertainment, Syakila juga tetap menjalani pendidikan.
Saat ini dirinya tercatat sebagai mahasiswa LSPR dengan mengambil jurusan Public Relations melalui sistem pembelajaran online agar dapat membagi waktu antara kuliah dan aktivitas syuting.
Syakila mengatakan, sejak kecil dirinya mencoba berbagai aktivitas untuk mengeksplorasi kemampuan, mulai dari menari, olahraga, pencak silat hingga bernyanyi.
Ketertarikannya terhadap dunia entertainment kemudian semakin berkembang setelah mendapatkan kesempatan mengenal proses syuting dan berbagai karakter dalam dunia perfilman.
“Seiring berkembangnya saya, saya selalu merasa punya pemikiran bahwa saya bisa menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda,” tuturnya.
Syakila juga menceritakan pengalamannya mengikuti ajang pageant. Ia mengikuti kompetisi tersebut pada 2022 dan kembali berkompetisi pada 2023. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Kehadiran para praktisi dan talenta muda tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada siswa SMPN 31 Depok agar berani menggali potensi diri, tetap mengutamakan pendidikan, serta menggunakan perkembangan teknologi dan media sosial secara bijak.
Kegiatan edukasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia digital tidak hanya memiliki sisi hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar, berkarya, membangun kreativitas, dan membuka peluang masa depan bagi generasi muda. Dan ternyata setelah pemaparan banyak para wali murid mendatanginya ketertarikan ini akan membawa talenta talenta baru.
Reporter : Christin
