-->

popunder

no-style

Ketika Usia Menjadi Anugerah*

Tuesday, September 8, 2026, 9:44:00 AM WIB Last Updated 2026-09-08T02:44:26Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG - Rambut yang mulai memutih, langkah yang tidak lagi secepat dulu, dan wajah yang perlahan dipenuhi kerutan adalah bagian dari perjalanan hidup. Kita mungkin tidak bisa menghentikan waktu, tetapi kita bisa memilih bagaimana menjalaninya.

Banyak orang ingin tetap muda, seolah-olah bertambahnya usia adalah sesuatu yang harus ditakuti. Padahal, setiap tahun yang kita lewati adalah kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Ada yang pergi lebih dahulu sebelum sempat menikmati rambut memutih, melihat anak-anak bertumbuh, menyaksikan cucu lahir, atau sekadar duduk tenang menikmati pagi.

Karena itu, jangan terlalu sibuk menyesali perubahan tubuh. Rambut putih bukan tanda kehidupan gagal. Kerutan bukan aib yang harus disembunyikan. Semuanya adalah tanda bahwa kita telah melewati banyak musim kehidupan—pernah tertawa, menangis, bekerja keras, jatuh, bangkit, kehilangan, dan belajar.

Pemazmur berkata, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun.” (Tehillim/Mazmur 90:10). Ayat ini mengingatkan bahwa hidup di dunia memang terbatas. Justru karena terbatas, setiap hari menjadi sesuatu yang berharga.

Yang penting bukan berapa banyak usia yang tersisa, tetapi bagaimana kita mengisinya. Ada orang yang masih muda tetapi hidupnya dipenuhi keluhan. Ada pula yang sudah lanjut usia tetapi wajahnya tetap memancarkan sukacita dan hatinya penuh ucapan syukur.

Usia akan terus bertambah. Tubuh akan terus berubah. Suatu hari kehidupan di dunia ini juga akan berakhir. Itu bukan sesuatu yang bisa kita tawar. Tetapi selama masih diberi napas, kita masih mempunyai pilihan: mengeluh atau bersyukur, menyimpan kepahitan atau melepaskan pengampunan, terus mengejar apa yang sudah berlalu atau menikmati apa yang masih ada di hadapan kita.

Jangan biarkan usia membuat kita kehilangan sukacita. Nikmati pagi yang masih bisa disaksikan. Nikmati keluarga yang masih ada. Hargai sahabat yang masih menemani. Tersenyumlah, bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena kita menyadari bahwa setiap hari yang masih diberikan adalah anugerah.

Tua itu pasti. Berpulang itu pasti. Tetapi menjalani hari-hari yang tersisa dengan hati yang bersyukur adalah pilihan.

Dan selama Elohim masih memberikan kehidupan, jangan hanya menghitung usia. *Hitunglah alasan untuk bersyukur* .

Reporter : Rt Rgy
Komentar

Tampilkan

  • Ketika Usia Menjadi Anugerah*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x