-->

popunder

no-style

Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 Resmi Dilantik Dalam Acara Yang Digelar di Rumah Sarwono

Wednesday, September 2, 2026, 6:57:00 PM WIB Last Updated 2026-09-02T11:58:18Z
AESENNEWEWS.COMJAKARTA – Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Rumah Sarwono, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sos.Sc., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yuzri Kamal Fadlullah, S.G., M.H. turut memberikan sambutan dan menyampaikan harapan agar kepengurusan Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 mampu menjadi motor regenerasi organisasi.

Yuzri menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, Pemuda Bulan Bintang diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pelantikan.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kaderisasi, membangun soliditas organisasi, serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Menurutnya, Pemuda Bulan Bintang harus menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar kepemimpinan, politik, kebangsaan, sekaligus membangun kepedulian sosial.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Partai Bulan Bintang, Dewan Pembina Pemuda Bulan Bintang, tokoh nasional, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah tamu undangan.

Sejumlah pihak juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030, di antaranya Habibie Mahabbah, S.I.P., M.M., Ketua Umum DPP Pemuda LIRA; PT Aji Bakuh Anugrah; Fahira Idris, S.E., M.H., Anggota DPD RI; Muhammad Hafidz, S.I.Kom., S.H., M.M., M.H. dari MufidZ Law Firm; serta Yohanes Rettob, Bupati Mimika.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus langkah awal bagi Pemuda Bulan Bintang untuk memperkuat peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Pemuda Bulan Bintang diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara konsisten, menjaga persatuan, memperkuat kaderisasi, dan melahirkan kader muda yang berintegritas serta memiliki semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.
 Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mendorong generasi muda Partai Bulan Bintang (PBB) untuk tidak hanya menjadi aktivis yang mampu menggerakkan massa, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, menganalisis persoalan, serta menawarkan solusi.

Pesan tersebut disampaikan Yusril dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus IPP Pemuda Pelajar periode 2025–2030. Ia menilai keterlibatan pemuda dalam organisasi merupakan bagian penting dari proses kaderisasi dan pembentukan calon pemimpin masa depan.

Yusril mengingatkan bahwa sejarah pergerakan pemuda di Indonesia telah melahirkan banyak tokoh yang kemudian menjadi pemimpin bangsa. Ia mencontohkan Jong Islamieten Bond yang berdiri pada 1924, yang pada masanya diikuti anak-anak muda, pelajar, dan mahasiswa.

Menurut Yusril, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan praktis. Pemimpin ideal harus mampu memadukan kemampuan sebagai praktisi sekaligus pemikir.

“Pemimpin bukan hanya menggerakkan massa, tapi kemampuan memahami masalah-masalah yang dihadapi dan kemudian menunjukkan jalan keluar. Itulah pemimpin,” ujarnya.

Pemimpin Lahir dari Proses dan Pengalaman

Yusril mengatakan kepemimpinan tidak dapat dipaksakan atau sekadar diciptakan melalui jabatan. Sosok pemimpin akan terlihat melalui proses, pengalaman, kemampuan, dan cara berpikir yang dimilikinya.

Ia menyebut pemimpin biasanya memiliki kelebihan dibandingkan orang lain dan mampu melihat persoalan lebih jauh ke depan. Bahkan, dalam banyak catatan sejarah, seorang pemimpin sering kali telah memikirkan sesuatu sebelum masyarakat pada umumnya menyadari persoalan tersebut.

“Pemimpin itu sering kali lahir mendahului zamannya. Dia sudah berpikir jauh ke depan ketika pada saat itu orang belum memikirkannya,” kata Yusril.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pemimpin. Yusril kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendampingi Presiden Soeharto.

Menurut Yusril, Soeharto tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, tetapi mempunyai kemampuan belajar secara otodidak dan menyerap pengetahuan dari pengalaman hidup. Yusril mengaku pernah membantu menulis pidato Soeharto selama bertahun-tahun, termasuk pidato terakhir saat Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dari pengalaman tersebut, Yusril menekankan pentingnya belajar dari pengalaman dan membaca perubahan keadaan.

Generasi Muda Harus Menjawab Tantangan Zamannya

Yusril menegaskan bahwa setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, generasi muda tidak dapat dididik dengan cara yang sepenuhnya sama seperti generasi terdahulu.

“Generasi muda ini diciptakan Allah untuk zamannya, bukan untuk zaman kita,” ujarnya.

Menurutnya, generasi terdahulu dapat memberikan pengalaman dan pelajaran sejarah, tetapi generasi muda harus mampu menemukan jawaban atas persoalan yang muncul pada zamannya sendiri.

Ia mengajak generasi muda belajar dari sejarah, termasuk berbagai kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Menurutnya, sejarah memberikan pelajaran tentang kejayaan dan kejatuhan suatu bangsa serta bagaimana manusia menghadapi perubahan zaman.

Yusril juga menyoroti perubahan teknologi yang sangat cepat. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa ketika dirinya mulai beraktivitas. Saat itu belum ada media sosial, media daring, internet seperti sekarang, bahkan telepon seluler belum menjadi bagian kehidupan masyarakat.

Kini, menurutnya, arus informasi bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi partai politik dan organisasi kepemudaan.

PBB Diminta Aktif di Media Sosial

Yusril menilai partai politik tidak bisa lagi mengandalkan komunikasi konvensional untuk menjangkau masyarakat. Media sosial, media daring, video, dan berbagai platform digital harus dimanfaatkan secara serius.

“Tidak mungkin partai politik atau pemuda tanpa memainkan peranan dalam dunia media sosial. Tidak mungkin tanpa media daring,” tegasnya.

Ia mengaku merasakan sendiri bagaimana sebuah pernyataan dapat menyebar luas dalam waktu singkat melalui media sosial. Namun, pada saat yang sama, pernyataan juga dapat dipotong, dipelintir, atau disebarkan dengan konteks berbeda.

Karena itu, kader partai harus memiliki kemampuan melakukan klarifikasi dan membangun kontra-narasi secara cepat dan tepat.

Menurut Yusril, aktivitas di media sosial memang melelahkan. Namun, hal tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan pola komunikasi publik yang harus dihadapi generasi sekarang.

Ia menilai media sosial juga menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan partai. Dengan jumlah cabang dan wilayah organisasi yang luas, pimpinan partai tidak mungkin mendatangi seluruh daerah dalam waktu singkat.

Dorong Regenerasi dan Persiapan Pemilu 2029

Dalam kesempatan tersebut, Yusril juga mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh PBB dan Pemuda Bulan Bintang.

Ia berharap generasi muda yang kini memperoleh kesempatan memimpin dapat membenahi struktur organisasi hingga ke daerah, membangun jaringan, serta melakukan kampanye kreatif melalui media sosial untuk menarik perhatian generasi muda dan Gen Z.

“Di bawah kepemimpinan yang muda-muda, Partai Bulan Bintang ini akan berkiprah lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu,” katanya.

Yusril juga mengingatkan bahwa Pemilu 2029 harus mulai dipersiapkan sejak sekarang. Salah satu pekerjaan penting adalah melakukan kaderisasi dan menyiapkan calon-calon anggota legislatif, termasuk dari kalangan perempuan dan generasi muda.

Ia mendorong anak-anak muda yang memiliki minat politik untuk segera bergabung dan mengambil bagian dalam proses kaderisasi PBB.

“Pemilu 2029 tidak terlalu lama lagi dari sekarang,” ujarnya.

PBB Disebut sebagai Partai Islam yang Moderat dan Terbuka

Yusril menegaskan PBB merupakan partai Islam yang moderat dan terbuka terhadap perbedaan.

Menurutnya, PBB bukan partai konservatif maupun fundamentalis. Ia menggambarkan PBB sebagai partai yang berpegang pada nilai-nilai Islam, tetapi tetap mengedepankan rasionalitas, keterbukaan, toleransi, dan kemajuan masyarakat.

“Ini partai orang-orang rasional, orang-orang yang punya komitmen pada nilai-nilai Islam, tapi berpikir secara rasional, terbuka kepada semua pihak, toleran kepada perbedaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat keterbukaan tersebut merupakan bagian dari perjalanan politik Islam di Indonesia. Menurut Yusril, kebersamaan dengan berbagai kelompok masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa.

Menutup sambutannya, Yusril menyampaikan kepercayaan dan harapan besar kepada generasi muda untuk membesarkan PBB, memperkuat struktur organisasi, membangun jaringan, serta mempersiapkan kepemimpinan menghadapi masa depan.

Ia berharap Pemuda Bulan Bintang mampu melahirkan kader-kader yang bukan hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, kemampuan membaca zaman, menguasai teknologi komunikasi, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang.
 Penjabat Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yuri Kemal Fadlullah, S.H., M.H., mendorong Pemuda Bulan Bintang menjadi wadah kaderisasi sekaligus motor regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.

Pesan tersebut disampaikan Yuri dalam sambutannya di hadapan jajaran pengurus Pemuda Bulan Bintang yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa Pemuda Bulan Bintang merupakan bagian dari keluarga besar PBB, sehingga keberadaannya harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan perjuangan partai.

Yuri mengatakan, generasi muda memiliki karakter, pola pikir, serta gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi senior. Karena itu, partai perlu memberikan ruang yang cukup bagi anak muda untuk belajar, menyampaikan gagasan, tampil, dan mengambil peran dalam kehidupan politik.

“Bagaimana kita sebagai partai politik menarik pemuda dan kalangan muda kepada partai kita? Kita harus menjadi pribadi yang demokratis dan memberikan ruang kepada mereka untuk menjadi bagian dari kita,” ujarnya.

Menurut Yuri, keberanian dan inisiatif merupakan modal penting yang dimiliki generasi muda. Namun, semangat tersebut harus tetap diiringi dengan koordinasi dan pemahaman terhadap struktur organisasi.

Ia memahami bahwa kader muda terkadang memiliki semangat tinggi sehingga melakukan pernyataan atau gerakan secara spontan. Meski demikian, Yuri menilai inisiatif tersebut harus diarahkan agar tidak keluar dari garis dan kebijakan organisasi.

“Anak muda kadang-kadang lebih suka minta maaf daripada minta izin. Inisiatifnya saya hargai, tetapi tetap harus ada koordinasi,” katanya.

Yuri juga mengingatkan agar perbedaan pandangan di dalam organisasi tidak berkembang menjadi konflik internal. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, tetapi harus diselesaikan melalui komunikasi dan kedewasaan dalam bersikap.

Ia berharap Pemuda Bulan Bintang tidak hanya menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk membentuk karakter, kapasitas, dan kepemimpinan generasi muda.

“Mulailah membangun diri sendiri. Karena untuk menjadi pemimpin, kita harus terlebih dahulu mampu membangun kapasitas dan memahami tanggung jawab kita,” pesan Yuri.

Dengan penguatan kaderisasi dan pemberian ruang yang lebih besar kepada generasi muda, Yuri berharap Pemuda Bulan Bintang mampu melahirkan kader-kader baru yang memiliki integritas, kemampuan komunikasi, serta kesiapan untuk meneruskan perjuangan Partai Bulan Bintang.
Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang, S.H., mendorong generasi muda agar berani mengambil peran dan tampil sebagai pemimpin masa depan. Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas langkah yang dilakukan.

Dalam sambutannya, Ahmad menyampaikan pesan yang cukup sederhana namun kuat kepada para kader muda. Ia menekankan bahwa keberanian untuk mencoba dan mengambil inisiatif merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kepemimpinan.

“Anak muda lebih baik minta maaf daripada izin,” demikian pesan yang disampaikan Ahmad dalam sambutannya.

Menurutnya, ungkapan tersebut bukan berarti anak muda boleh bertindak tanpa aturan. Sebaliknya, pesan itu dimaksudkan untuk membangun keberanian agar generasi muda tidak takut mengambil kesempatan, mencoba hal baru, serta belajar dari kesalahan.

Ahmad menilai generasi muda memiliki potensi besar untuk masuk ke berbagai ruang kepemimpinan, baik sebagai aktivis, profesional, pengusaha maupun politisi. Karena itu, kader muda perlu dibekali keberanian, kemampuan akademik, wawasan kebangsaan dan tanggung jawab.

Ia juga mengajak Pemuda Bulan Bintang menjadi wadah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Indonesia.

“Anak muda jangan hanya menjadi pengikut. Kita harus berani masuk ke ruang kepemimpinan dan memberikan dampak yang lebih efektif bagi Indonesia,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkembang dan belajar menjadi pemimpin. Dalam konteks kepemimpinan, keberanian generasi muda untuk mengambil peran dinilai perlu diiringi tanggung jawab dan kesiapan menerima konsekuensi dari setiap keputusan.

Reporter : Christin
Komentar

Tampilkan

  • Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 Resmi Dilantik Dalam Acara Yang Digelar di Rumah Sarwono
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x