-->

popunder

no-style

JANGAN TUTUP BUKU TERLALU CEPAT

Wednesday, October 7, 2026, 10:02:00 AM WIB Last Updated 2026-10-07T03:02:10Z
AESENNEWS.COM,BANDUNG- Ada orang yang berhenti berharap bukan karena ia tidak memiliki impian, tetapi karena ia merasa sudah terlalu lama menunggu.

Bertahun-tahun ia mencoba, berusaha, gagal, mencoba lagi, lalu kecewa lagi. Sampai akhirnya ia berkata dalam hati, “Mungkin memang bukan waktunya. Mungkin sudah terlambat.”

Kita sering melakukan hal yang sama.

Kita melihat usia yang terus bertambah, kesempatan yang semakin sedikit, keadaan yang tidak kunjung berubah, lalu mengambil kesimpulan bahwa cerita itu sudah selesai.

Padahal, kita tidak pernah tahu apa yang menunggu di halaman berikutnya.

Ada sebuah pelajaran menarik dari dunia olahraga.

Selama 35 tahun, Indonesia menunggu untuk kembali mengangkat trofi di level senior. Generasi berganti, pemain datang dan pergi, harapan berkali-kali tumbuh lalu kembali pupus.

Namun pada 5 Oktober 2026, penantian panjang itu akhirnya berakhir.

Di final Piala ASEAN FIFA melawan Thailand, Indonesia bahkan harus melewati drama yang nyaris membuat harapan kembali runtuh. Setelah skor 1–1, Thailand berbalik unggul 2–1 pada babak tambahan waktu.

Waktu hampir habis.

Banyak orang mungkin sudah bersiap menerima kekalahan.

Tetapi ketika pertandingan seolah tinggal menunggu detik terakhir, Elkan Baggott mencetak gol penyama pada menit ke-116.

Setelah 120 menit berakhir 2–2, Indonesia akhirnya menang 4–2 melalui adu penalti dan menjadi juara.

Bayangkan: 35 tahun menunggu, dan kemenangan ditentukan setelah perjuangan sampai detik-detik terakhir.

Bukankah hidup juga sering seperti itu?

Kita kadang berhenti bukan karena benar-benar sudah tidak ada jalan, tetapi karena kita terlalu lelah untuk menunggu.

Kita melihat kegagalan berkali-kali dan menganggap kegagalan berikutnya pasti sama. Kita melihat usia dan merasa kesempatan sudah habis. Kita melihat keadaan hari ini lalu mengira masa depan akan selalu seperti ini.

Padahal, halaman yang sedang kita baca bukanlah halaman terakhir.

Mungkin ada sesuatu yang sudah lama kita tunggu.

Mungkin sebuah kesempatan.
Mungkin perubahan keadaan.
Mungkin sebuah keberhasilan.
Mungkin kesempatan kedua.

Dan mungkin kita sudah begitu dekat, tetapi belum menyadarinya.

Kita memang tidak tahu kapan keadaan akan berubah. Tetapi selama cerita masih berjalan, jangan buru-buru menulis kata “selesai.”

Usia boleh bertambah, tetapi jangan biarkan harapan ikut menua.

Kegagalan boleh datang berkali-kali, tetapi jangan biarkan kegagalan menentukan seluruh cerita hidup kita.

Kadang-kadang, yang kita perlukan bukan jalan yang baru, melainkan keberanian untuk melanjutkan langkah di jalan yang sedang kita tempuh.

Sebab apa yang tampak seperti akhir, bisa saja ternyata hanya jeda sebelum halaman berikutnya dibuka.

Jadi, kalau hari ini hidup terasa berat, jangan buru-buru menyerah.

Jangan tutup buku terlalu cepat.
Jangan kubur harapan terlalu dini.
Dan jangan menyebut sesuatu sebagai akhir, ketika cerita itu masih terus berjalan.

Siapa tahu, halaman berikutnya justru berisi bagian terbaik dari cerita yang selama ini kita tunggu.
(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • JANGAN TUTUP BUKU TERLALU CEPAT
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x