AESENNEWS.COM , PANDEGLANG-BANTEN, Harapan dan keluhan nelayan di Kampung Nelayan, Teluk Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang kembali disuarakan. Ketua Forum Nelayan Teluk Labuan, Otoy, meminta pemerintah dan dinas terkait untuk turun langsung melihat kondisi nelayan.
Hal itu disampaikan Otoy kepada http://AessenNews.com di Teluk Labuan, Minggu (18/10/2026).
Menurut Otoy, kesejahteraan nelayan tidak hanya soal bisa melaut, tapi juga soal jaminan hidup dan keamanan. Ada 6 kebutuhan mendesak yang selama ini dikeluhkan para nelayan:
*1. Surat Izin Kapal (PAS Kecil)*
Pengurusan Pas Kecil masih sulit, padahal itu dokumen wajib untuk jaminan keselamatan dan legalitas melaut.
*2. Pasokan BBM Solar Langka*
Ini keluhan paling sering. Solar di SPBU dermaga sering kosong berhari-hari bahkan berminggu-minggu, sehingga ratusan hingga ribuan jerigen nelayan menumpuk dan tidak bisa melaut.
*3. Jaminan Keselamatan dan Sosial*
Nelayan belum memiliki jaminan perlindungan sosial dan keselamatan kerja dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan maupun Dinas Kelautan Kabupaten dan Provinsi.
*4. Cold Storage (Cool Story)*
Nelayan membutuhkan gudang pendingin atau _cold storage_ untuk menyimpan hasil tangkapan. Selama ini jika ikan tidak langsung laku, harga jatuh dan nelayan rugi. Dengan adanya cold storage, ikan bisa awet dan harga tetap stabil.
*5. Pos Pol Airud*
Untuk keamanan di laut dan di dermaga, nelayan meminta dihadirkan kembali Pos Polisi Air dan Udara (Pol Airud) di kawasan Teluk Labuan. Kehadiran polisi air penting untuk antisipasi kecelakaan laut, pencurian, dan konflik di perairan.
*6. Galangan Bengkel Kapal / Doking Perahu*
Minimnya bengkel doking untuk perbaikan perahu dan kapal. Selama ini jika perahu bocor atau mesin rusak berat, nelayan harus menarik perahu jauh ke luar daerah dengan biaya tinggi. Nelayan berharap ada galangan bengkel rakyat di Teluk Labuan.
" Dan program pengerukan muara dangkal sehingga susah akes keluar masuk kapal / perahu nelayan.
"Intinya kami butuh perhatian. Mulai dari perizinan dipermudah, solar dilancarkan, sampai sarana pendukung seperti cold storage untuk simpan ikan, ada Pos Pol Airud untuk keamanan, dan ada bengkel doking untuk servis perahu di sini. Jangan sampai kami melaut tanpa jaminan," pungkas Otoy.
An berharap, aspirasi ini didengar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pandeglang, DKP Provinsi Banten, dan KKP RI tutupnya.
Reporter : Ruri AS
