AESENNEWS.COM-JAKARTA-Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan OkeNurwan melansir bahwa harga tahu dan tempe didalam negeri akan naik di bulan mendatang karena melonjaknya harga kedelai internasional, dimana kedelai menjadi bahan baku utama dalam memproduksi dua makanan kegemarannya masyarakat Indonesia tersebut.
, "Kondisi kedelai dunia saat ini terjadi gangguan suplai. Kalau saya melihat di Brazil terjadi penurunan produksi kedelai, dimana awal nya diprediksi mampu m produksi 140juta ton pada Januari, menurun menjadi 125jutaton.Penurunanproduksiini berdampak pada kenaikan harga kedelai dunia, " kata Oke saat konferensi pers secara virtual, Jumat.
Penyebab lain menurut Oke yakni inflasi di Amerika Serikat yang mencapai 7persen, yang berdampak pada kenaikan harga daripada input produk kedelai.
Selain itu, terjadi pengurangan tenaga kerja, kenaikan biaya sewa lahan, serta ketidakpastian cuaca di negara produsen kedelai juga mengakibatkan petani kedelai di Amerika Serikat menaikkan harga.
Untuk itu Oke mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai dunia itu akan berdampak pada kenaikan harga kedelai ditingkat perajin tahu dan tempe dalam negeri.
, "Dan hal ini akan mempengaruhi ujung nya adalah harga produk turunan dari kedelai, yang utama disini adalah harga tempe dan tahu, " ujarnya.
Oke menyebut, kebutuhan kedelai Indonesia saat ini 80persen dipasok dari luar negeri atau impor, karena produksi dalam negeri belum mencukupi. (Nanang)


