Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin mengatakan, dalam membentuk Kampung Pancasila, pihaknya bakal membina warganya maupun santri di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Khilafatul Muslimin Margodadi. Tentu dalam pelaksanaannya, juga bekerjasama dengan Pemkab Lampung Selatan.
Untuk membentuk Kampung Pancasila itu, kami sudah siapkan konsepnya. Saat ini, seluruh aktivitas bernama Khilafatul Muslimin, kami minta untuk diberhentikan sementara, ucap AKBP Edwin dalam keterangannya, Rabu 15/6/2022.
Selain itu, nantinya di kampung berisikan 48 kepala keluarga itu, juga diisi kegiatan - kegiatan yang menyampaikan pesan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Untuk jangka waktunya tidak bisa ditentukan, namun bakal terus digelar hingga semua kelompok di kampung itu benar-benar memahami Pancasila dan cara mencintai Indonesia, ujar Edwin.
Kamis, 23/6/2022 Dari hasil penelusuran wartawan aesennews.com dilapangan, dari penuturan seorang warga sekitar yang mengaku bukan jamaah Khilafatul muslimin, kampung tersebut terlihat berbeda, antara sebelum dan sesudah tertangkapnya Khalifah Abdul Qadir Baraja. Kampung tersebut, dijaga dua jamaah secara bergantian, kemudian ditambah portal, sehingga tidak semua orang bisa masuk.
Sebelum masuk ke kampung tersebut, tiap orang harus diperiksa dan ditanya ingin bertemu dan bertamu dengan siapa. Tiap orang wajib berbusana sopan dan tidak merokok, sementara untuk perempuan yang ingin masuk kekampung itu, wajib memakai pakaian menutup aurat sesuai syariat islam.
Dari penuturan Kepala Dusun Karang Anom, Sariman, kampung tersebut sudah ditempati sejak tahun 2000 an. Hingga kini, kampung seluas 3,5 Hektar itu, tercatat di Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Sari ada 30 keluarga yang bermukim.
Sariman menilai, selama ini keberadaan kampung khilafah di tempatnya, tidak ada yang meresahkan masyarakat. Justru malah jamaahnya, sering berbaur dengan masyarakat, dan mau ikut salat bersama warga sekitar, yang bukan kelompoknya.



