-->

iklan tengah artikel

no-style

Bangunan RUSUNAWA Perumnas Dibangun Tahun 1999 di atas tanah pemakaman Cina di Cirebon, Begini Rincian Sewanya'

AESENNEWS.COM
Saturday, October 1, 2022, 1:33:00 PM WIB Last Updated 2022-10-01T06:33:40Z
AESENNEWS.COM, - CIREBON,  Bangunan rusunawa (rumah susun sederhana sewa) Perumnas berlantai lima (5) yang terdiri atas dua (2) bangunan kembar dengan posisi saling membelakangi itu dibagi menjadi 2 blok yang disebut blok A dan blok B. Kalau blok A yang menghadap ke sebelah Timur dihuni oleh warga campuran, ada yang dari Batak, Cirebon, Indramayu, dan WNI keturunan dengan warga Batak yang mendominasi dari segi jumlahnya, sedangkan blok B yang menghadap ke sebelah Barat diperginakan untuk tempat pendidikan AMC (Akademi Maritim Cirebon) kira-kira dari tahun 2010 sampai sekarang, di mana seorang wanita berdarah Batak Karo bernama Rista Ginting sebagai pemiliknya.

Bangunan rusunawa ini didirikan di atas tanah seluas kira-kira satu hektar lebih sebagai hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah (Pemda) kota Cirebon dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), yang beralamat di Dukuh Semar RT 007/003, Kel.: Kecapi, Kec.: Harjamukti-kota Cirebon, tepat di belakang terminal bis Harjamukti. "Tanahnya milik Pemda kota Cirebon, sedangkan bangunan rusunawanya milik Perumnas, "ujar Sewaka (70) pada Jumat (30/9/2022).
Bangunan rusunawa Perumnas ini dibangun pada tahun 1999 di atas tanah bekas pemakaman Cina dengan jumlah kamar per lantainya sebanyak 12 buah dan mulai difungsikan pada bulan Juli 2000. Adapun tengah-tengahnya, yaitu di antara kamar no. 6 dan kamar no. 7 terdapat lorong di lantai 1 yang digunakan sebagai tempat parkir motor warga sekaligus di situ juga ada tangga naik yang harus ditempuh dengan jalan kaki hingga ke lantai 5. "Awalnya baru blok B yang ada penghuninya, itu juga baru beberapa orang, sedangkan blok A masih kosong tanpa penghuni. Kemudian lambat-laun, baik itu blok A maupun blok B pun terisi sampai akhirnya mereka yang ada di blok B diharuskan pindah ke blok A oleh karena blok B akan dipakai AMC," ungkapnya.
     
Tetapi untuk blok A sekarang ini total jumlah kamar yang dihuni warga adalah 33 kamar, yaitu lantai 1=6 kamar, lantai 2=9 kamar, lantai 3=6 kamar, lantai 4=6 kamar, dan lantai 5=6 kamar juga. Dan khusus untuk lantai 1 mencakup kamar no. 1, 2, 3, 4 dan 6 dihuni oleh dosen dan karyawan AMC, kamar no. 5 panel listrik, kamar no. 7, 8, 10 dan 11 dihuni oleh warga rusun, kamar no. 9 sebagai kantor pengelola rusun dan kamar no. 12 menjadi gudang.
     
Adapun prosedur dan mekanisme penyewaannya, menurut pengurus bidang administrasi selama 20 tahun ini bahwa si penyewa harus membayar di muka uang jaminan, uang air PDAM dan uang sewa satu bulan yang besar kisaran uangnya disesuaikan dengan kamar lantai mana yang ingin ditempatinya. "Kalau dia mau menghuni kamar di lantai 1, maka terlebih dahulu dia harus membayar untuk uang jaminannya Rp 900.000 + (air PDAM + listrik=Rp 100.000) plus uang sewa 1 bulan Rp 300.000=Rp 1.300.000. Kalau kamar lantai 2 yang dipilihnya, maka dia harus membayar di muka untuk uang jaminan Rp 502.000, uang air PDAM + listrik=Rp 100.000 dan uang sewa untuk satu bulan Rp 167.500=Rp 770.000.  Kalau dia mau menyewa kamar di lantai 3, maka uang yang harus dibayarkannya untuk uang jaminan sebesar Rp 469.500, uang air PDAM + listrik=Rp 100.000, dan uang sewa 1 bulan Rp 156.500=Rp  726.000. Kalau untuk kamar lantai 4, dia harus membayar uang jaminan Rp 439.500, uang air + listrik=Rp 100.000, dan uang sewa 1 bulan Rp 146.500=Rp 686.000. Dan kalau si penyewa mau menempati kamar lantai 5, maka dia harus membayar di muka uang jaminan Rp 412.500, uang air + listrik Rp 100.000, dan uang sewa 1 bulan Rp 137.500=Rp  650.000, "kata Sewaka merincinya. "Uang jaminan itu terdiri atas 3 bulan uang sewa dan tidak akan hilang. Saya akan menyimpannya untuk nanti dialokasikan sebagai uang pembayar sewa kalau dia menunggak atau dikembalikan kepadanya bertepatan pada waktu dia keluar bukan sebagai penghuni rusunawa lagi, "imbuhnya.
     
Untuk sekarang ini demi kelancaran pekerjaannya di rusunawa ini, sewaka dibantu oleh Jamina yang biasa dipanggil pak Jam oleh warga rusun. Dia menjabat dari bulan Juli 2022 menggantikan Kamaludin yang meninggal akibat penyakit pernafasan dan tugasnya adalah sebagai petugas kebersihan, mendata jumlah per kubiknya air PDAM yang sudah dipakai setiap warga rusun, dan menyetor uang sewa ke Bank BTN.
     
Ketika dimintai keterangan tentang suka dan duka bekerja di rusunawa ini, pengurus yang juga pernah menjabat sebagai Tata Usaha (TU) PD Pembangunan itu menuturkan bahwa sukanya ditetapkan untuk menjadi pengurus administrasi oleh PD Pembangunan di bawah pimpinan seorang manager yang bernama Maska  S. Sos dan dukanya adalah sering kali menjadi objek pengaduan dan kemarahan warga rusun. "Misalnya, pada waktu listrik dan air dimatikan, mereka datang sambil marah-marah kepada saya di kantor rusun dan minta untuk dihidupkan lagi. Mereka sepertinya tidak berpikir mengapa dimatikan yang pasti ada alasannya. Saya berbuat demikian karena mereka sudah  mengingkari kesepakatan semula dengan tidak membayar uang sewa kamar bahkan tagihan air selama berbulan-bulan sampai yang tertinggi itu mencapai 105 bulan uang sewa kamar yang jika ditotal jumlah tagihan tunggakannya sebesar Rp 16.432.500. Jujur saya tidak habis pikir dengan mereka ini, kalau untuk belanja-belanja bisa, pesan makanan lewat grabfoodlah, beli motor lebih dari satu dan mobil bisa tetapi kewajiban bayar sewa rusun dan air mereka abaikan. O ya pernah terjadi, ada empat orang ibu yang datang marah-marah sama saya untuk menuntut pertanggungjawaban pak Panji sebagai direktur PD Pembangunan yang mereka anggap sudah ingkar janji untuk datang ke rusun. Rupanya beberapa hari sebelumnya, mereka itu sudah berinisiatif datang menghadap pak Panji tanpa sepengetahuan saya untuk minta dispensasi berkaitan dengan hasil rapat antara pihak PD Pembangunan dan warga rusun pada hari Selasa, 21 Juni 2022 bertempat di hotel Neo bahwa terakhir warga rusun menempati bangunan rusunawa ini adalah bulan Oktober 2022 dan bulan September harus sudah dikosongkan.

 Jadinya saya bingung mau jawab apa dan ketakutan sampai jantung saya deg-degan, Pak. Maka dari itu atas pertimbangan bahwa saya sudah mengabdi bekerja selama 20 tahun lalu saya juga sudah tua dan harus berhadapan dengan kebanyakan penghuni rusun yang bandel-bandel ini, maka saya secara pribadi mau mengundurkan diri tetapi ternyata pihak PD Pembangunan masih mempercayai untuk saya memegang pekerjaan ini, "keluhnya panjang lebar menutup pembicaraan dengan awak media Aesennews.com.
(Dvd-Cirebon) 
Komentar

Tampilkan

  • Bangunan RUSUNAWA Perumnas Dibangun Tahun 1999 di atas tanah pemakaman Cina di Cirebon, Begini Rincian Sewanya'
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x