Klarifikasi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Mengenai Kejadian Di Depan Rumahnya, Ini Penjelasannya -->
  • Jelajahi

    Copyright © aesennews.com - Terarah Secara Aktual
    Best Viral Premium Blogger Templates

    available

    #'
    Loading...

    dlm artikel

    hr

    no-style

    kris

    Iklan

    Close Ads Here
    -->
    Close Ads Here
    -->

    Klarifikasi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Mengenai Kejadian Di Depan Rumahnya, Ini Penjelasannya

    Aesennews Lampung
    Monday, September 18, 2023, 11:48:00 PM WIB Last Updated 2023-09-19T01:19:47Z

    AESENNEWS.COM, Lampung - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran, Achmad Rico Julian (35) melaporkan dugaan pencurian didepan rumahnya, yang diduga dilakukan sekelompok pemuda.

    Rico Julian Warga perumahan Cendana Kelurahan Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung itu melaporkan sekelompok remaja atas kasus dugaan pencurian yang terjadi pada Minggu (17/9/2023) dini hari, sekira pukul 02.00 wib.


    Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran ini menjelaskan, ia sudah melaporkan peristiwa tersebut, ke Polsek Sukarame dengan nomor LP/B/329/IX/2023/SPKT Polsek Sukarame/ Polresta Bandar Lampung, Minggu (17/09/2023).


    Dirinya menceritakan, awalnya ia terbangun pada minggu dini hari karena anaknya menangis, saat anaknya mendengar suara bising diluar, dirinya melihat cctv rumahnya. Dia melihat sekelompok pemuda mondar-mandir di depan pintu gerbang rumah dan juga terlihat seperti membawa sebuah parang.  Seketika diapun khawatir karena beberapa benda di komplek perumahannya sering hilang.


    Saat itu ia mencoba menelpon tetangga sekitar untuk meminta informasi kondisi di sekitar rumahnya. Karena tak ada respon, Rico pun memberanikan diri untuk keluar. 


    Dirinya mengaku membawa senpi yang menurutnya sudah memiliki izin resmi dengan surat-surat kepemilikan dari kepolisian untuk membela diri. “Saya memang ada senpi bisa dibuktikan di kepolisian untuk izin bela diri,” ucap rico.


    Lanjut Rico, ketika ia melompati pagar rumahnya, terdapat tiga orang pemuda, dua diantaranya disebut Rico hendak menyerangnya, dan satu orang lagi melarikan diri ke dalam sebuah mobil yang tak jauh terparkir dari kediaman Rico.


    Secara spontan Rico pun mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali, akhirnya pemuda itu menyerah tanpa perlawanan.


    Setelah ditanya, kenapa para pemuda tersebut mondar mandir sehingga menimbulkan kecurigaan, mereka memberikan alasan yang berbeda-beda dan tak masuk Akal, jelas Rico. 


    Pertama, para pemuda tersebut mengaku sedang seolah-olah bermain bowling di depan kediaman Rico, dan ada alasan lainnya lapar dan haus sehingga hendak mengambil dugan yang pohonnya ada di depan Rumah Rico. 


    Namun anehnya, para pemuda ini membawa parang sebagaimana yang terekam dalam cctv. Namun Rico juga menanyakan alasan parang yang dibawa oleh salah satu pemuda tersebut. 


    Akan tetapi ketika ditanya, salah satu pemuda tersebut membentak balik dan diduga hendak melakukan perlawanan.


    “Karena itu saya membela diri karena mereka mau menyerang, lalu saya juga telepon warga, RT dan saat kejadian dirinya bersama warga mencoba memeriksa mobil yang mereka gunakan. tiba-tiba seorang perempuan keluar dari dalam mobil sambil berkata kami tinggal di dekat sini, perempuan itu mengaku tetangga saya,” ujar Rico.


    Lantas perempuan muda yang mengaku tetangga tadi mencoba menghubungi orang tuanya, setelah berkomunikasi namun orang tua mereka tidak datang.


    Setelah kejadian itu kelompok pemuda itu pergi ke salah satu rumah rekannya di sekitar komplek perumahan tersebut.


    Sekitar 20 menit kemudian, mobil tersebut hendak keluar komplek perumahan, namun sempat dihadang oleh warga setempat untuk diperiksa apakah membawa benda-benda mencurigakan atau senjata tajam. 


    Akan tetapi, barang-barang di dalam mobil tersebut tidak ada yang mencurigakan.


    “Saya duga barang-barang itu sudah diletakkan di rumah salah satu perempuan tersebut," ucap Rico.


    Sementara, Kuasa hukumnya, Andry Meirdyan Syarif, M. Randy Pratama, Dina firdaus Napitupulu membantah adanya informasi yang menyebut Rico dalam kondisi mabuk, melakukan penganiayaan dan melakukan pengancaman dengan senjata api.


    Kuasa hukum menyebut bahwa senjata api tersebut resmi dan digunakan untuk membela diri, kemudian Rico juga dalam keadaan sadar dan sama sekali tidak mabuk. 


    Saat itu dirinya memang sedang di rumah dan menjaga anaknya yang masih balita karena istri sedang keluar kota.


    “Kami meminta Polsek Sukarame untuk mendalami perkara ini, karena terlapor ketika tertangkap tangan diduga akan mencuri lalu membuat alasan-alasan yang tidak logis, sehingga kami minta Polsek mengungkap alasan sebenarnya dari para pemuda itu, karena sahabat saya ini Rico backgroundnya politisi dan pengusaha," jelasnya.


    "Menurut saya, apakah ada motif lain atau murni ingin mencuri. Namun janggalnya, para terlapor yang sudah tertangkap tangan diduga akan melakukan aksi pencurian malah membuat berita di media yang menyudutkan klien saya Rico, kami akan pelajari lebih lanjut terkait delik pencemaran nama baik atau fitnah kepada Rico, bila perlu kami akan buatkan laporan tambahan," tutupnya (Putra).

    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini

    Bisnis