-->

iklan tengah artikel

no-style

Progres Menuju Kota Probolinggo Inklusi 2024 dan Road Map Ramah Disabilitas 2025-2029

Friday, January 19, 2024, 11:37:00 PM WIB Last Updated 2024-01-19T16:37:22Z

AESENNEWS.COM Probolinggo - Kota Probolinggo terus menggalakkan upaya menuju inklusi, dan kabar terbaru datang dari audiensi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dan Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) pada Kamis (18/1). Dalam pertemuan yang dilangsungkan di kantor setempat, kedua belah pihak membahas hasil program inklusi tahun 2023 serta rencana pembuatan road map ramah disabilitas untuk tahun 2025-2029.


Asisten Administrasi Pemerintahan, Madihah, yang juga memimpin audiensi, menyampaikan komitmen pemerintah melalui Gerakan Probolinggo Sahabat Disabilitas (Pro Hadi). Gerakan ini, yang diluncurkan pada tahun 2022, terus mendorong keterlibatan kelompok disabilitas dalam pembangunan kota. Madihah menjelaskan bahwa Pro Hadi merupakan kebijakan penting dan inovatif dalam mendukung program dan kegiatan untuk kelompok disabilitas.

Salah satu langkah strategis menuju Kota Probolinggo Inklusi adalah pengintegrasian Gerakan Pro Hadi ke dalam dokumen perencanaan jangka menengah dan panjang daerah, seperti RPJPD 2025-2045, RPD 2025-2026, RKPD 2025, dan nantinya RPJMD kepala daerah hasil pemilu serentak pada November 2024.


Selain itu, pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) diharapkan dapat mempercepat gerakan inklusi dengan melibatkan semua pihak terkait. Madihah menekankan bahwa UPT ini akan menjadi penggerak bagi kelompok difabel, membantu mereka secara bertahap menemukan identitas dan potensi diri.


Dalam pengembangan kota yang lebih inklusif, Kepala Bappeda Litbang, Diah Sajekti, menyampaikan pencapaian Pemkot Probolinggo selama tahun 2022-2023. Salah satunya adalah pembentukan Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) di dua kecamatan, yaitu Kanigaran dan Kademangan. KDK berperan sebagai wadah pemberdayaan difabel melalui pelatihan pembangunan usaha dan kegiatan lainnya.


Staf Ahli, Slamet Swantoro, menambahkan perspektif bahwa tidak semua kelompok disabilitas harus fokus pada produksi barang. Mereka juga dapat berperan sebagai konseptor atau manajerial, memberikan kontribusi melalui berbagai aspek dalam pembentukan usaha.


Audiensi ini juga memunculkan banyak usulan yang akan dirangkum dalam sebuah dokumen road map oleh Direktur PPDiS, Luluk Ariantiny. Road map tersebut diharapkan dapat menjadi akselerasi dalam memenuhi hak-hak disabilitas di berbagai sektor dan mendorong keterlibatan semua organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merancang setiap perencanaan dan kegiatan dengan memasukkan isu-isu difabel. Luluk berencana untuk menyusun road map ini pada tahun ini, menandai langkah lebih jauh menuju inklusi yang komprehensif di Kota Probolinggo.

(SB)

Komentar

Tampilkan

  • Progres Menuju Kota Probolinggo Inklusi 2024 dan Road Map Ramah Disabilitas 2025-2029
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x