-->

iklan tengah artikel

no-style

Tidak Terima Kebijakan Kampus, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate, Gelar Aksi Serentak

AESENNEWS.COM
Friday, March 29, 2024, 12:52:00 PM WIB Last Updated 2024-03-29T05:55:16Z
AESENNEWS.COM- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate, menggelar aksi serentak dengan membawa beberapa tu Tantutan yang di kaji oleh mahasiswa pada setingan pada (Rabu, 27/03/2024) kemarin.
Sebelum aksi digelar beberapa mahasiswa telah melaksanakan refleksi terkait dengan isu atau informasi yang di dapatkan setelah infestigasi berlangsung beberapa pekan lalu. Setelah itu Dema IAIN Ternate mengambil sikap sebagai pimpinan mahasiswa dalam organisasi intra kampus untuk membijaki dan galar aksipun berlangsung. (Kamis, 28/03/2024)

DEMA IAIN Ternate gelar aksi serentak dengan membawa beberapa Tuntutan yang dicantumkan pada lembar tuntutan (propaganda) terkait dengan penghapusan komprehensif dan skripsi, pemotongan Beasiswa KIP Mahasiswa sebesar Rp. 700.000, kemudian pencegahan kekerasan seksual lingkungan kampus, stop premanisme sekurity terhadap mahasiswa dan tuntutan terakhir adalah turunkan warek lll.

Wakil Rektor l Adnan Mahmud, saat dimintai kejelasan terkait dengan komprehensif dan skripsi yang di hapus oleh pihak lembaga mengatakan, persoalan komprehensif dan skripsi ini sebenarnya bukan di hapus namun ini sebagai langkah agar mahasiswa jangan terlalu fokus ke dua Mata Kuliah ini dulu bagi yang belum lulus mata kuliah sebab akan menjadi beban bagi mahasiswa nanti.

"Jadi bagi mahasiswa yang sudah lulus mata kuliah semuanya itu tidak di hapus komprehensif dan skripsi karena ini waktu mereka untuk cepat dalam pengurusan, dan bagi yang belum lulus mata kuliah di semester berikutnya" Ujar Adnan Kamis tadi

Selain itu Adnan juga menyampaikan, saya sebagai warek l sudah mengambil sikap dan mengeluarkan surat terkait dengan pembatasan pembelanjaan skripsi dan komprehensif, karena ada beberapa temuan mahasiswa angkatan yang tidak wajib mengambil mata kuliah tersebut disebabkan karena beberapa mahasiswa adalah angkatan 2022 padahal seharusnya baru berlaku di semester angkatan 2020,2019,2018, dan 2017. Pungkasnya

Mubin Noho sebagai Wakil Rekor lll saat diwawancarai media mengatakan, terkait dengan dengan beasiswa KIP di potong oleh lembaga ini bukan persoalan yang tidak jelas namun ini adalah di peruntukan untuk pemberdayaan di Ma'had Al-Jami'ah yang di fokuskan persoalan pembangunan dan fasilitas yang ada.

Kemudian kami sudah sampaikan pada saat sosialisasi di Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) kemarin itu sudah jelas, karena di persyaratan penerimaan KIP tersebut harus tinggal di Ma'had agar menambah wawasan dan ilmu mahasiswa tersebut. Ucap Mubin

Namun mahasiswa lebih memilih keluar dari asrama, "tapi seluruh mahasiswa yang menerima KIP itu semua di potong, bukan hanya yang tinggal di Ma'had saja".

"Jadi jangan salahkan kami tapi datang dan tanyakan dulu apa yang menyebabkan KUP mahasiswa ini di potong" Sambungnya

Aksi yang di gelar Dema IAIN Ternate ini berakhir ricuh disebabkan saling menanggapi antara mahasiswa dan warek l, namun tidak menimbulkan apapun.

Badwi Pina sebagai Presiden Bem (Ketua Dema) IAIN Ternate mengatakan, kami menggelar aksi ini sesuai informasi yang kami himpun. Jadi terkait dengan benar dan tidaknya isu yang kami bawa ya karena ini sesuai dengan infestigasi kami dan sudah menjadi kewajiban sebagai Pemimpin Organisasi Intra kampus.

"Pertama persoalan KIP ini juga tidak seperti biasa di tahun tahun kemarin bahkan ada kecurigaan bagi kami, tapi itu tidak penting. Yang paling kita telusuri pemotongan KIP ini di peruntukan untuk apa begitu agar kami paham". Ujar Badwi saat di wawancarai

Sejauh ini kami juga belum menemukan terkait dengan mahasiswa yang menerima KIP ini orang tua mereka ada berlatar belakangnya sebagai pegawai atau bukan. Tutupnya (Jufri)
Komentar

Tampilkan

  • Tidak Terima Kebijakan Kampus, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate, Gelar Aksi Serentak
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x