AESENNEWS.COM, PANDEGLANG -BANTEN, Program pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) berupa jalan paving block di Kampung Cisereh, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek yang disebut baru berjalan dalam hitungan bulan itu kini kondisinya sudah rusak dan terlihat amburadul.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pada 20 Februari 2026, kondisi jalan paving block tampak tidak rata, banyak bagian mengalami penurunan, renggang, hingga bergelombang. Bahkan sejumlah susunan paving terlihat bergeser dan terlepas dari posisi semestinya, sehingga mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurut keterangan warga sekitar, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program PSU yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Banten.
Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut karena kerusakan terjadi dalam waktu yang relatif singkat sejak selesai dibangun. Padahal, pembangunan infrastruktur jalan seharusnya memiliki daya tahan jangka panjang jika dikerjakan sesuai standar teknis.
“Baru beberapa bulan selesai, tapi kondisinya sudah rusak seperti ini. Jalan jadi tidak nyaman dilalui, bahkan membahayakan,” ungkap salah satu warga.
Secara teknis, pemasangan paving block memerlukan proses pemadatan tanah dasar, pemasangan lapisan pondasi yang kuat, serta penyusunan material yang presisi. Jika tahapan tersebut tidak dilakukan sesuai standar, maka permukaan jalan mudah bergeser, ambles, dan cepat mengalami kerusakan.
Dinilai Berpotensi Pemborosan Anggaran
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran pembangunan. Warga menilai, kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat dapat menimbulkan kesan proyek hanya menjadi pemborosan anggaran tanpa manfaat maksimal bagi masyarakat.
Masyarakat meminta pemerintah melalui instansi terkait serta pihak pelaksana proyek segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, termasuk meninjau kembali proses pelaksanaan di lapangan.
Desak Pertanggungjawaban dan Perbaikan
Warga juga mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak kontraktor pelaksana maupun pemerintah sebagai penyelenggara program pembangunan. Mereka berharap dilakukan perbaikan segera serta pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang pada proyek infrastruktur lainnya.
Selain itu, masyarakat menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program pembangunan yang menggunakan dana publik agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Hingga saat ini, warga masih menunggu tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai langkah perbaikan dan evaluasi atas kondisi jalan paving block tersebut.
Dan awak media pun masih menunggu hak jawab nya dari pihak pelaksana pekerjaan tersebut,untuk kita tuangkan kembali hak jawab nya di pemberitaan selanjut nya"
Reporter : Ab-Tim
