AESENNEWS.COM, BANDUNG, Seorang petani anggur memiliki kebun yang sangat luas. Di antara banyak tanaman anggur, ada satu pohon yang tumbuh subur—daunnya lebat, sulurnya panjang, terlihat sehat dan indah.
Namun suatu hari, petani itu datang membawa gunting besar. Ia mulai memangkas cabang-cabang pohon itu—bahkan cabang yang terlihat hidup dan hijau pun dipotong.
Seorang pekerja yang melihatnya merasa heran dan bertanya,
“Kenapa cabang yang bagus justru dipotong? Bukankah itu merugikan?”
Petani itu menjawab,
“Kalau tidak dipangkas, pohon ini hanya akan tumbuh lebat, tapi tidak akan berbuah maksimal. Pemotongan ini bukan untuk merusak, tapi supaya ia menghasilkan buah yang lebih baik.”
Beberapa waktu kemudian, pohon itu memang tidak terlihat seindah sebelumnya. Ia tampak “berkurang”, bahkan seperti kehilangan banyak bagian dari dirinya.
Namun saat musim berbuah tiba, justru pohon itulah yang menghasilkan buah paling banyak dan paling manis.
Sering kali hidup kita terasa seperti itu.
Ada hal-hal yang “dipotong” dari hidup kita: pekerjaan yang hilang, orang yang kita kasihi pergi, rencana yang tidak jadi, hal-hal yang dulu kita pegang… tiba-tiba harus dilepaskan.
Dan jujur saja, rasanya sakit.
Kita bertanya, “Kenapa ini harus terjadi? Kenapa justru bagian yang baik diambil?”
Namun sering kali kita tidak sadar, bahwa Yeshua sedang memangkas hidup kita.
Bukan untuk mengurangi nilai kita, tetapi untuk memurnikan arah hidup kita.
Ada hal-hal yang terlihat baik, tetapi jika dibiarkan, justru menghambat kita untuk menghasilkan “buah” yang lebih besar.
Proses pemangkasan itu tidak pernah nyaman. Ia terasa seperti kehilangan.
Namun di tangan Sang Pemilik hidup, tidak ada pemotongan yang sia-sia.
Setiap bagian yang diambil, setiap hal yang dilepaskan, sedang mengarahkan kita kepada tujuan yang lebih dalam.
Jika hari ini Anda merasa kehilangan sesuatu, jangan langsung berpikir bahwa hidup Anda sedang dirusak.
Mungkin saja, Anda sedang dipersiapkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
Tetaplah percaya.
Karena Sang Pemilik tahu persis bagian mana yang harus dipotong, dan bagian mana yang harus dibiarkan bertumbuh.
Dan pada waktunya, Anda akan melihat:
bahwa kehilangan itu bukan akhir, melainkan awal dari buah yang lebih indah.
Ya Bapa, ketika aku tidak mengerti setiap proses dalam hidupku, ajar aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Beri aku hati yang rela dibentuk, sekalipun harus melalui kehilangan dan rasa sakit. Biarlah hidupku menghasilkan buah yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Yeshua aku berdoa. Amin.(rt / rgy)
