AESENNEWS.COM,BANDUNG- Ada seorang yang hidupnya terlihat sangat diberkati.
Usahanya berkembang, pelayanannya berhasil, dan banyak orang mengaguminya.
Apa pun yang ia kerjakan, seolah selalu berhasil.
Masalah datang… tapi selalu ada jalan keluar.
Namun tanpa ia sadari, sesuatu mulai berubah.
Ia masih berdoa, tetapi hanya sekadar kata-kata.
Ia masih melayani, tetapi tanpa hati.
Ia mulai memberi ruang bagi hal-hal yang dulu ia hindari.
Anehnya, hidupnya tetap terlihat lancar.
Tidak ada tanda-tanda kegagalan.
Itulah yang membuatnya tidak sadar—
bahwa ia mulai menjauh.
Sampai suatu hari, semuanya runtuh.
Dan saat itu ia tersadar:
berkat masih ada…
tapi ia telah kehilangan kehadiran Tuhan.
Firman Tuhan dalam Kitab Hakim-hakim 16:20 mencatat kisah Simson yang berkata,
“Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas…”
Namun ia tidak tahu bahwa YHWH telah meninggalkan dia.
Ini adalah tragedi rohani yang sangat halus.
Simson masih merasa kuat.
Ia masih berpikir semuanya akan baik-baik saja.
Padahal sumber kekuatannya sudah tidak lagi sama.
Simson pernah dipakai secara luar biasa.
Kekuatan yang ia miliki adalah pemberian Tuhan.
Namun perlahan, ia mulai:
. bermain-main dengan dosa
. mengabaikan komitmennya
. kehilangan kewaspadaan
Karena sebelumnya ia selalu lolos,
ia merasa akan selalu lolos.
Ternyata tidak.
Hal yang sama bisa terjadi pada kita.
. Ketika hidup berjalan lancar,
. ketika keberhasilan datang,
. ketika pelayanan terlihat berhasil—
kita bisa mulai merasa aman.
Padahal itu bisa menjadi rasa aman yang semu.
Kita lupa bahwa:
. berkat bukan berarti semua yang kita lakukan benar
. keberhasilan bukan tanda kita tidak bisa jatuh
. kelancaran bukan bukti bahwa Tuhan berkenan atas semua pilihan kita
Yeshua tidak hanya memanggil kita untuk berhasil,
tetapi untuk hidup benar dan setia.
Karena yang paling berbahaya bukan kegagalan,
melainkan keberhasilan tanpa kepekaan rohani.
Apakah kita masih mencari Tuhan…
atau hanya menikmati berkat-Nya?
Jangan sampai kita tetap terlihat berhasil,
tetapi sebenarnya sedang menjauh.
Doa singkat:
Bapa YHWH, jaga hatiku agar tetap peka dan rendah hati. Jangan biarkan aku terbuai oleh berkat hingga melupakan Engkau. Ajarku untuk tetap setia, bukan hanya saat sulit, tetapi juga saat berhasil. Amin.(Rt-Rgy)
