-->

popunder

no-style

MEMBERI LEBIH, MENUAI TAK TERDUGA*

Tuesday, April 21, 2026, 10:57:00 PM WIB Last Updated 2026-04-21T15:57:27Z
AESENNEWS.COM,BANDUNG- Di sebuah pagi yang biasa, seseorang melihat seorang ibu tua berdiri kebingungan di pinggir jalan. Tas belanjaannya terlihat berat, langkahnya tertatih. Banyak orang lewat, melihat… lalu melanjutkan perjalanan. Ia pun sebenarnya sedang terburu-buru, tetapi ada sesuatu di dalam hatinya yang tidak membiarkannya pergi begitu saja.

Ia akhirnya berhenti, menghampiri, lalu membantu membawa barang-barang itu sampai ke rumah. Sesampainya di sana, ia tidak langsung pergi. Ia membantu menata semuanya hingga rapi. Waktu yang ia korbankan tidak sedikit, tenaga yang ia keluarkan pun tidak kecil. Ia melakukan lebih dari sekadar yang diminta.

Cerita sederhana seperti ini sering kali menjadi cermin—termasuk bagi diri penulis. Karena kalau jujur, tidak selalu mudah untuk memberi lebih. Ada banyak momen di mana kita cenderung memilih yang praktis, yang cepat, atau yang tidak terlalu mengganggu kepentingan pribadi.

Kita hidup di dunia yang terbiasa menghitung: untung dan rugi, waktu dan tenaga, memberi dan menerima. Tanpa sadar, pola pikir ini membuat kita memberi secukupnya saja—asal cukup, asal tidak merasa bersalah.

Padahal, kebaikan yang berdampak sering kali lahir dari hati yang rela melampaui batas “cukup”.

Memberi lebih bukan selalu soal materi. Bisa berupa waktu yang kita luangkan, perhatian yang kita berikan, tenaga yang kita korbankan, atau sekadar kesediaan untuk hadir ketika orang lain membutuhkan. Hal-hal sederhana, tetapi sering kali justru di situlah nilai sebenarnya.

Dan menariknya, apa yang kita lakukan dengan tulus sering kali kembali dengan cara yang tidak terduga. Bukan selalu dalam bentuk yang sama, tetapi dalam bentuk kesempatan, relasi, atau pengalaman yang membuka jalan baru dalam hidup.

Renungan ini juga menjadi pengingat bagi kita termasuk penulis:
apakah selama ini kita sudah hidup dengan hati yang terbuka, atau masih sering menahan?
apakah kita memberi dengan tulus, atau masih menunggu alasan yang menguntungkan?

Belajar memberi lebih adalah proses. Tidak instan, tidak selalu mudah. Tetapi setiap langkah kecil ke arah itu akan membentuk karakter yang lebih kuat dan hati yang lebih luas.

Mungkin hari ini kita tidak perlu melakukan sesuatu yang besar. Cukup peka terhadap kesempatan kecil di sekitar kita. Cukup berani melangkah sedikit lebih jauh dari biasanya.

Karena bisa jadi, dari satu tindakan sederhana yang kita lakukan dengan hati yang tulus, ada dampak besar yang sedang kita mulai—baik bagi orang lain, maupun bagi diri kita sendiri.

Memberi lebih tidak pernah benar-benar mengurangi kita—justru sering kali membuka hal-hal baik yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya.

(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • MEMBERI LEBIH, MENUAI TAK TERDUGA*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x