-->

popunder

no-style

Bukan Kurang Berkat, Tapi Kurang Bersyukur*

Friday, May 1, 2026, 1:02:00 AM WIB Last Updated 2026-04-30T18:03:05Z

AESENNEWS.COM,BANDUNG- Seorang pria memiliki pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Hidupnya sederhana, tapi stabil. Ia tidak pernah benar-benar kekurangan.

Namun suatu waktu, ia mulai sering melihat kehidupan orang lain—rumah yang lebih besar, barang yang lebih baru, pencapaian yang tampak lebih tinggi. Tanpa sadar, ia mulai membandingkan.

Apa yang dulu terasa cukup, kini terasa kurang.
Apa yang dulu disyukuri, kini dianggap biasa.

Ia mulai mengejar lebih: bekerja tanpa henti, mengambil risiko, bahkan mengorbankan hal-hal yang dulu ia hargai. Tapi anehnya, semakin banyak yang ia kejar, semakin ia merasa tidak puas.

Sampai akhirnya ia menyadari satu hal sederhana:
bukan hidupnya yang kekurangan,
tetapi rasa syukurnya yang memudar.


Ada sebuah prinsip hidup yang sederhana namun dalam:
cukupkan diri dengan apa yang ada, dan nikmati bagian yang memang menjadi milik kita.

Seringkali, masalah bukan pada seberapa banyak yang kita miliki, tetapi pada bagaimana kita memandangnya.

Ketika kita terus membandingkan:

Kita kehilangan kemampuan untuk menikmati apa yang sudah ada

Kita merasa tertinggal, meskipun sebenarnya tidak

Kita membuka ruang bagi keinginan yang tidak pernah selesai


Padahal setiap orang memiliki “porsi” hidupnya masing-masing. Tidak selalu sama, tidak selalu seimbang, tetapi cukup untuk dijalani dengan baik jika kita menerimanya dengan hati yang benar.

Rasa syukur bukan berarti berhenti bertumbuh, tetapi tahu kapan harus berhenti membandingkan.

Tanpa rasa syukur, apa pun tidak akan pernah cukup.
Dengan rasa syukur, yang sederhana pun terasa berarti.

Refleksi Pribadi

Apakah saya terlalu sering membandingkan hidup saya dengan orang lain?

Apakah saya masih bisa menikmati apa yang sudah saya miliki hari ini?

Apa satu hal sederhana yang bisa saya syukuri saat ini?

Kadang, yang perlu diubah bukan keadaan kita—
tetapi cara kita melihatnya.

Karena seringkali…
bukan hidup yang kurang memberi,
tetapi hati yang lupa menghargai.

(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Bukan Kurang Berkat, Tapi Kurang Bersyukur*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x