AESENNEWS.COM, PANDEGLANG -Program Dapur MBG milik Yayasan Al-Ihsan di Kecamatan Koroncong terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kemitraan strategis bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa,
Kehadiran Dapur MBG di wilayah Koroncong menjadi angin segar bagi warga sekitar. Selain menyediakan kebutuhan konsumsi masyarakat, dapur tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi ibu rumah tangga dan pemuda desa agar dapat ikut terlibat dalam kegiatan produktif yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga.
Pihak Yayasan Al-Ihsan Bersama Ketua Bumdes Omi Yazid Bustomi Dan Sekertaris BUMDES Desa Koroncong Kab Pandeglng Angga Abdul Rosid menyampaikan Kepada Awak Media Aesen.com, bahwa kolaborasi bersama BUMDes bukan hanya sekadar kerja sama bisnis, melainkan bentuk kepedulian sosial dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha mikro di lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes berperan membantu distribusi kebutuhan bahan pangan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran hasil produksi makanan yang diolah oleh Dapur MBG. Dengan sinergi tersebut, diharapkan roda perekonomian desa dapat bergerak lebih aktif dan merata.
Ketua pengelola Dapur MBG Yayasan Al-Ihsan menegaskan bahwa pihaknya ingin menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari lingkungan desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
Sejumlah warga menyambut positif hadirnya kemitraan tersebut. Mereka menilai program yang dijalankan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat kecil, terutama bagi warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.
Selain fokus pada usaha kuliner, Dapur MBG juga disebut akan mengembangkan program pelatihan keterampilan memasak dan pengelolaan usaha bagi masyarakat. Pelatihan tersebut diharapkan dapat melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi saat ini.
Pemerintah desa setempat turut memberikan dukungan terhadap langkah Yayasan Al-Ihsan dan BUMDes.
Mereka berharap kerja sama tersebut dapat menjadi contoh positif bagi desa lain dalam membangun kolaborasi antara lembaga sosial dan badan usaha desa.
Dengan memanfaatkan bahan baku dari petani lokal, program Dapur MBG juga dinilai mampu membantu meningkatkan hasil penjualan para petani dan pelaku usaha kecil di wilayah Koroncong. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Tidak hanya itu, keberadaan Dapur MBG Yayasan Al-Ihsan juga membawa semangat gotong royong di tengah masyarakat. Banyak warga yang terlibat secara sukarela dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang dilakukan yayasan bersama BUMDes.
Ke depan, pihak pengelola berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat luas. Mereka optimistis
program tersebut mampu menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Melalui sinergi antara Yayasan Al-Ihsan dan BUMDes, masyarakat Kecamatan Koroncong kini memiliki harapan baru untuk membangun ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dapat melahirkan perubahan positif bagi kemajuan masyarakat.
Reporter :Cecep.S.
