AESENNEWS.COM, Cianjur – SMKN 1 Cipanas kembali mengharumkan nama Kabupaten Cianjur setelah dipercaya menjadi sekolah percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Pelatihan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Pariwisata. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai kementerian, dunia industri, serta organisasi internasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKN 1 Cipanas itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pendidikan dan pariwisata. Sekolah yang dikenal memiliki kompetensi unggulan di bidang perhotelan tersebut dipilih sebagai lokasi implementasi awal yang nantinya akan menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan vokasi pariwisata di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala SMKN 1 Cipanas, Kankan Sukanda, mengatakan pihaknya menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi yang dikembangkan selama ini mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat nasional.
"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi SMKN 1 Cipanas. Kami merasa bangga karena sekolah kami dipercaya menjadi lokasi percontohan nasional. Tentu ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri pariwisata," ujarnya.
Kankan menambahkan, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru dan manajemen sekolah untuk memperbarui wawasan sesuai perkembangan industri perhotelan saat ini.
"Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kompetensi siswa, alumni, maupun tenaga pendidik di SMKN 1 Cipanas," tambahnya.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bupati Cianjur, Wahyu Ferdian. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi terpilihnya SMKN 1 Cipanas sebagai sekolah percontohan nasional. Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi Cianjur untuk turut berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja profesional di sektor pariwisata.
"Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Semoga kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 1 Cipanas dapat membawa dampak positif bagi dunia pendidikan dan sektor pariwisata di Kabupaten Cianjur," kata Wahyu.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 alumni jurusan perhotelan dan pariwisata serta melibatkan tujuh guru produktif dan manajemen sekolah. Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri perhotelan modern.
Beberapa materi yang diberikan antara lain pengelolaan operasional hotel berbasis digital, konsep keberlanjutan dalam industri hospitality, kemampuan multitasking, kewirausahaan, hingga penguatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris di lingkungan kerja perhotelan.
Ketua Tourism Sectoral Skills Council (TSSC) Indonesia, Alexander Nayoan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah, industri, dan organisasi internasional dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Tujuan utama program ini adalah memperkuat keterampilan tenaga kerja pariwisata agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan. Hasil dari pelatihan ini juga akan menjadi referensi dalam pengembangan standar pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi SMK Pariwisata Indonesia, Hadi Sutrisno, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi model pembelajaran bagi sekolah-sekolah vokasi lainnya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
"Kami berharap praktik baik yang dilakukan di SMKN 1 Cipanas dapat direplikasi oleh SMK pariwisata lainnya sehingga kualitas lulusan vokasi Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global," ungkapnya.
Melalui program ini, SMKN 1 Cipanas diharapkan mampu menjadi contoh penerapan pendidikan vokasi pariwisata yang efektif sekaligus melahirkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.
Red/Asep Supriana N


