-->

popunder

no-style

Mengapa Banyak Counter Jika Hanya Satu yang Melayani?*

Friday, June 5, 2026, 8:25:00 PM WIB Last Updated 2026-06-05T13:25:33Z
AESENNEWS.COM,BANDUNG- Masyarakat sering kali dibuat bertanya-tanya ketika datang ke berbagai tempat pelayanan umum, seperti bank, supermarket, kantor pemerintahan, rumah sakit, maupun instansi pelayanan lainnya.

Di lokasi pelayanan tersedia banyak counter atau loket yang terlihat siap digunakan. Namun kenyataannya, saat antrean panjang terjadi, hanya satu atau dua counter yang beroperasi, sementara counter lainnya kosong tanpa petugas.

Akibatnya, masyarakat harus menunggu lebih lama, antrean menjadi mengular, dan waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja atau mengurus keperluan lain menjadi terbuang sia-sia.

Pertanyaan yang wajar muncul adalah: mengapa banyak counter disediakan jika yang melayani hanya satu orang?

Yang lebih disayangkan, terkadang petugas yang melayani pun tidak sepenuhnya menguasai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Tidak jarang petugas harus berulang kali masuk ke ruangan lain untuk menanyakan solusi kepada atasan atau rekan kerja sebelum dapat memberikan jawaban. Akibatnya, proses pelayanan menjadi semakin lambat, sementara antrean terus bertambah panjang.

Tentu masyarakat memahami bahwa tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara instan dan bahwa setiap instansi memiliki keterbatasan sumber daya. Namun untuk persoalan-persoalan yang rutin dan sering terjadi, petugas di garis depan seharusnya telah dibekali pengetahuan, pelatihan, dan kewenangan yang memadai agar dapat memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan profesional.

Pelayanan yang baik bukan hanya soal tersedianya gedung yang nyaman atau banyaknya counter yang dibangun. Pelayanan yang baik adalah ketika counter-counter tersebut benar-benar berfungsi, didukung oleh jumlah petugas yang memadai, serta diisi oleh petugas yang kompeten dan siap membantu masyarakat.

Kami berharap para pemangku kebijakan dan pihak yang berwenang dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan yang ada. Jangan sampai banyaknya counter hanya menjadi simbol kesiapan pelayanan, sementara dalam praktiknya masyarakat tetap harus menunggu lama karena minimnya petugas atau kurangnya kesiapan petugas dalam menangani permasalahan yang dihadapi.

Masyarakat tidak menuntut pelayanan yang sempurna. Masyarakat hanya berharap pelayanan yang cepat, efektif, profesional, dan menghargai waktu setiap warga yang datang untuk dilayani.

Membangun banyak counter memang mudah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah memastikan setiap counter berfungsi, setiap petugas siap melayani, dan setiap menit waktu masyarakat dihargai. Sebab yang dinilai masyarakat bukan berapa banyak counter yang tersedia, melainkan seberapa baik pelayanan yang benar-benar mereka terima.

(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Mengapa Banyak Counter Jika Hanya Satu yang Melayani?*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x