AESENNEWS.COM, PANDEGLANG –BANTEN Persoalan komunikasi yang berawal dari pembahasan kompensasi kegiatan perbaikan jalan di Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, memicu kesalahpahaman antara Ketua Karang Taruna Desa Turus, Ade Kobok, dengan salah satu perwakiln dari pihak PT Panca Yang berinisial F.
Peristiwa tersebut bermula saat Ade Kobok mempertanyakan realisasi kompensasi yang sebelumnya disebut-sebut telah dijanjikan oleh pihak terkait, yakni PT Panca dan RR, kepada masyarakat yang terdampak kegiatan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Sebagai Ketua Karang Taruna Desa Turus, Ade Kobok mengaku menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait kejelasan kompensasi yang dijanjikan. Berangkat dari aspirasi tersebut, ia kemudian berupaya meminta penjelasan kepada pihak yang dianggap mengetahui persoalan tersebut, termasuk kepada inisial F.
Menurut Ade Kobok, tujuan dirinya mempertanyakan hal tersebut semata-mata untuk memperoleh kejelasan mengenai komitmen yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat.
"Tujuan saya hanya ingin mempertanyakan dan meminta kejelasan terkait kompensasi yang sebelumnya dijanjikan. Saya tidak memiliki maksud lain selain memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat. Namun saya merasa kecewa karena dalam pembicaraan tersebut justru muncul perkataan yang menurut saya tidak pantas," ujar Ade Kobok kepada awak media.
Dalam keterangannya, Ade Kobok mengaku merasa tersinggung atas ucapan yang diduga dilontarkan oleh inisial F saat komunikasi berlangsung. Ia menyebut perkataan tersebut tidak mencerminkan etika komunikasi yang baik dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang lebih besar.
Menurutnya, setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat seharusnya dapat dibahas secara terbuka dengan mengedepankan sikap saling menghormati.
"Saya secara pribadi merasa tidak senang dan keberatan atas perkataan tersebut. Sebagai manusia tentu saya memiliki harga diri. Saya datang untuk mempertanyakan sesuatu secara baik-baik, bukan untuk mencari masalah. Oleh karena itu saya berharap ke depan semua pihak dapat menjaga etika dalam berbicara dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik," lanjutnya.
Ade Kobok menegaskan bahwa dirinya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Sebaliknya, ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah.
Ia juga menilai bahwa komunikasi yang santun merupakan kunci utama dalam menjaga hubungan baik antarwarga, terlebih ketika membahas persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.
Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan di tingkat desa, Ade Kobok mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak terkait.
"Saya hanya menjalankan fungsi sosial sebagai bagian dari organisasi kepemudaan di desa. Ketika ada masyarakat yang bertanya kepada saya mengenai kompensasi yang dijanjikan, tentu saya berkewajiban mencari informasi dan meminta penjelasan kepada pihak yang bersangkutan. Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan," katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan serta tidak mudah terpancing oleh emosi yang dapat memperkeruh suasana.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, penyampaiannya harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang santun, beretika, dan menghormati satu sama lain.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut berinisial F belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait pernyataan yang disampaikan oleh Ade Kobok.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Masyarakat berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah warga serta tetap menjaga keharmonisan sosial di lingkungan Desa Turus.
Reporter : Ab- Tim
