-->

popunder

no-style

Info rekayasa lalu lintas puncak (HUT) Bhayangkara 2026 perlu dicermati masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor. Cek daftar ruas jalan yang mengalami kepadatan.

Thursday, July 2, 2026, 11:16:00 AM WIB Last Updated 2026-07-02T04:17:04Z
AESENNEWS.COM,BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Rabu, 1 Juli 2026. Pada puncak peringatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir di lokasi.

Puncak HUT Bhayangkara 2026 ini melibatkan sekitar 9.000 peserta dari unsur Polri, TNI, dan berbagai komponen masyarakat,. Sebab itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan. Pastikan mengetahui jalur alternatif dan kepadatan arus di sekitar lokasi.Satlantas Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas dalam acara puncak HUT Bhayangkara 2026. Melansir unggahan Instagram @satlantaspolresbogor.tmc, kepadatan volume kendaraan diperkirakan terjadi di sekitar Satlat Brimob Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Agar perjalanan pengendara tetap lancar, Satlantas Polres Bogor mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal. Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau memilih jalur alternatif yang berada di luar wilayah acara.

Dalam hal ini, Satlantas Polres Bogor telah mengerahkan petugas lapangan untuk membantu masyarakat. Pastikan pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas.

Sebagai informasi, upacara HUT Bhayangkara 2026 digelar dengan agenda parade, pemberian tanda kehormatan, peragaan, defile, dan syukuran. Pada ucapacara tersebut, Presiden Prabowo akan memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah Polda dan beberapa personel.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara ini, di antaranya Presiden ke-7 RI Joko Widodo, istri dari Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid yakni Sinta Nuriyah Wahid, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Lalu Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri UMKM Maman Abdurrahman hingga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.

Berikut daftar ruas jalan yang mengalami kepadatan volume saat upacara puncak HUT Bhayangkara 2026:

Jl. Akses Tol Cimanggis
Jl. Letda Nasir
Jl. Raya Leuwinanggung
Jl. Transyogi
Sebagai informasi, perayaan Hari Bhayangkara 2026 mengusung tema "80 Tahun Mengabdi Polri untuk Masyarakat". Tema tersebut merepresentasikan seluruh pengabdian, kerja keras, dan eksistensi Polri sepenuhnya diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Salah satu agenda nasional HUT Bhayangkara 2026 yaitu mengadakan bedah rumah kurang lebih nanti 80 unit yang berlangsung secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan transformasi besar yang tengah dijalankan Indonesia sangat bergantung pada terciptanya stabilitas, keamanan, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Karena itu, Polri dinilai memegang peran strategis sebagai penjaga ketertiban sekaligus pengawal pembangunan nasional.

Temukan lebih banyak
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa tema 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat harus menjadi pedoman bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya."Tema 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat, ini adalah jati diri, ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara. Polri hadir untuk rakyat, Polri bekerja untuk rakyat, Polri harus melindungi rakyat, Polri mengabdi kepada bangsa dan negara," kata Prabowo.Menurutnya, Indonesia saat ini berada pada persimpangan sejarah karena tengah menjalankan transformasi di berbagai sektor di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ketegangan, dan konflik. Transformasi tersebut mencakup bidang ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga energi dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara modern, makmur, berkeadilan, dan berdaulat.Namun, ia menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya kondisi keamanan yang terjaga.Prabowo menekankan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila didukung oleh stabilitas nasional, kepastian hukum, pemerintahan yang bersih, serta aparat negara yang memperoleh kepercayaan masyarakat."Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas, tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan, tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, tidak mungkin ada investasi tanpa kepastian hukum, tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh kompetensi, tidak akan pernah ada kesejahteraan tanpa ketertiban dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat," ujarnya.Atas dasar itu, Prabowo menilai keberadaan Polri menjadi faktor yang sangat menentukan bagi masa depan bangsa. Ia menyebut sejarah menunjukkan bahwa negara dan peradaban yang mampu bertahan serta berkembang selalu memiliki institusi kepolisian yang kuat dan profesional.

"Karena itu peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan. Sejarah peradaban manusia menunjukkan suatu peradaban yang berhasil memiliki kepolisian yang unggul. Itulah peradaban yang langgeng, yang bertahan lama, yang berhasil. Negara-negara yang gagal di antaranya adalah tidak mampu memiliki kepolisian yang baik," tuturnya.Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri yang terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengaku melihat secara langsung upaya Polri bersama berbagai institusi pemerintah dalam melakukan pembenahan dan transformasi untuk membangun kepolisian yang semakin profesional serta sesuai harapan masyarakat.Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa Polri memiliki karakter sejarah yang berbeda dengan banyak institusi kepolisian di negara lain. Kepolisian Indonesia lahir dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan sehingga memiliki ikatan yang kuat dengan rakyat.

"Kepolisian Indonesia lahir dari perang kemerdekaan. Dalam perang kemerdekaan kita, kepolisian ikut aktif, ikut dalam pertempuran. Karena itu, kepolisian Republik Indonesia memiliki sifat selalu di tengah-tengah rakyat dan harus selalu membela rakyat, merasakan penderitaan rakyat," kata Prabowo.

Reporter : Christin
Komentar

Tampilkan

  • Info rekayasa lalu lintas puncak (HUT) Bhayangkara 2026 perlu dicermati masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor. Cek daftar ruas jalan yang mengalami kepadatan.
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x