-->

popunder

no-style

Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang

Monday, July 27, 2026, 11:08:00 PM WIB Last Updated 2026-07-27T16:08:43Z
AESENNEWS.COM, TANGERANG -Di bawah langit Kabupaten Tangerang yang kerap riuh oleh deru knalpot menjelang senja, sebuah harapan besar tengah dirajut oleh tangan-tangan anak muda. Bagi sebagian orang, suara knalpot di jalanan raya hanyalah gangguan ketertiban.

Namun, bagi para pemuda pencinta kecepatan dan otomotif, suara itu adalah bahasa jiwa—sebuah representasi dari adrenalin, mimpi, dan gairah yang mendesak untuk disalurkan.

​Keinginan ini bukanlah wacana kemarin sore. Sejak era kepemimpinan Bupati Zaki Iskandar, gaung pembangunan sirkuit balap di wilayah ini telah lama bergulir, namun sayangnya belum juga menemui garis akhir.

Hingga kini, Kabupaten Tangerang—sebagai salah satu kawasan industri dan penyangga megapolitan yang terus tumbuh pesat—belum memiliki fasilitas resmi berupa sirkuit balap permanen bagi warganya.

​Ketika Jalanan Menjadi "Sirkuit" Darurat Ketiadaan fasilitas resmi memaksa para pegiat otomotif dan pencinta speed berada di persimpangan jalan.

Ibel, salah satu mantan penggiat balap liar dan otomotif yang mewakili suara rekan-rekannya, menuturkan kegelisahan mendalam yang telah lama dipendam kaum muda.l yang ingin memilkki wadah untuk sarana resmi olahraga kecepatan ini.


​"Kami sangat mendambakan adanya sirkuit serta sarana edukasi di Kabupaten Tangerang. Biar kawan-kawan bisa menyalurkan talenta dan adrenalinnya menjadi sebuah prestasi resmi yang membanggakan, beda jika hobi kami tuangkan di jalanan umum," ujar Ibel dengan nada penuh harap.


​Pernyataan ini merefleksikan realitas pahit di lapangan. Tanpa wadah yang sah, potensi besar anak muda kerap terbentur risiko keselamatan yang tinggi di jalan raya. Padahal, jika diberi ruang, potensi tersebut bisa bertransformasi dari sekadar hobi menjadi prestasi olahraga otomotif yang mengharumkan nama daerah.

​Langkah Nyata Menjemput Mimpi
​Kesadaran akan pentingnya fasilitas ini pula yang mendorong Aditia Permana, S.T , H Juntan, Adi Boncu seorang pegiat otomotif muda asal Kecamatan Cikupa, untuk tidak sekadar berpangku tangan. Bersama rekan-rekan yang terhimlun dari komunitas Pegiat Otomotif Kabupaten Tangerang (POKTANG), langkah konkret diambil pada Senin (27/7/2026).

Rombongan mendatangi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang guna menyerahkan dokumen pendahuluan masterplan pembangunan sirkuit balap.

​Kedatangan mereka disambut oleh KaSub Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah (Infraswil) Bappeda. Dalam koordinasi teknis yang menyentuh ranah Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Pembangunan Wilayah tersebut, dipaparkan bagaimana masterplan ini menempatkan infrastruktur jalan dan lokasi sirkuit sebagai backbone (tulang punggung) pembangunan kawasan yang terintegrasi.

​Bagi Aditia dan komunitasnya, penyusunan masterplan ini adalah langkah awal agar arah pembangunan infrastruktur sirkuit terpadu memiliki kejelasan regulasi.

"Hari ini kami dorong wacana itu, agar di tahun anggaran 2027 bisa terealisasi. Kami yakin Bupati Tangerang akan merespon usulan kami," tegas Aditia penuh optimisme.


​Lebih dari Sekadar Garis Start
​Menghadirkan sebuah sirkuit balap di Kabupaten Tangerang bukan sekadar membangun aspal dan lintasan. Di balik deru mesin dan adu kecepatan, tersimpan multiplier effect yang luar biasa bagi kemajuan daerah.

​Sesuai rancangan masterplan, keberadaan sirkuit ini diproyeksikan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pariwisata regional akan terangkat, sementara kantong-kantong industri UMKM dan ekonomi kreatif lokal akan mendapatkan panggung untuk memperkenalkan produknya secara lebih luas kepada para pengunjung dari luar daerah.

Ini adalah investasi jangka panjang yang memadukan hobi, olahraga, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
​Kini, seluruh mata dan asa tertuju kepada kepemimpinan Bupati Maesyal Rasyid.

Para pemuda dan komunitas otomotif Kabupaten Tangerang menaruh harapan besar agar pemerintah daerah, melalui Bappeda, dapat membaca kebutuhan ini secara objektif dan mendalam.

​Bagi mereka, sirkuit balap bukanlah tempat berfoya-foya, melainkan sebuah kawah candradimuka tempat lahirnya para atlet otomotif masa depan—sebuah bukti nyata bahwa pemerintah hadir merangkul kreativitas generasi mudanya di garis depan kemajuan pembangunan.

Reporter : Tim
Komentar

Tampilkan

  • Suara dari Aspal Jalanan: Tekad Komunitas Otomotif Wujudkan Sirkuit Resmi di Kabupaten Tangerang
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x