AESENNEWS.COM,BANDUNG, Jum'at, 4 September 2026 – Kepala SMK Kimia Permentasi Kota Bandung, Dra. Cicah, menerima piagam penghargaan sebagai Kepala Sekolah Inspiratif Tahun 2026 dari Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan sederhana yang berlangsung di Ruang Serba Guna SMK Kimia Permentasi Bandung, Jumat (4/9/2026).
Penyerahan penghargaan dihadiri antara lain Ketua Yayasan SMK Kimia Permentasi Cahyadi, S.E., sejumlah wartawan, perwakilan guru dan siswa. Hadir pula Kang Gustin dari Bandung TV, Kang Doni dari TVRI, serta Ahmad dari Majalah Sora. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 10.30 WIB, diisi dengan sambutan dari ketua yayasan, wartawan, kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa.
Penghargaan tersebut merupakan yang pertama diberikan kepada Dra. Cicah. Namun, apresiasi tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sejumlah wartawan sebelumnya telah memantau kiprah SMK Kimia Permentasi dalam pengelolaan sekolah, termasuk konsistensinya dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
SMK Kimia Permentasi sendiri pernah memperoleh penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan atas kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Sekolah tersebut juga pernah mendapat apresiasi dari Firo, Kepala KCD Wilayah VII, sebagai sekolah yang mengelola siswa dari kalangan dhuafa dalam jumlah besar di wilayah kerjanya.
Dra. Cicah telah memimpin SMK Kimia Permentasi sejak tahun 2000. Selama menjalankan tugasnya, ia memilih pendekatan yang sederhana dan mengedepankan profesionalisme, termasuk dalam menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurutnya, sekolah tidak perlu menyalahkan sistem penerimaan murid baru maupun membandingkan kondisi satu sekolah dengan sekolah lainnya. Setiap lembaga pendidikan, katanya, memiliki rezeki dan tantangannya masing-masing.
“Kami ikuti saja sistem yang ada. Yang penting ikhtiar dan usaha semaksimal mungkin. Hasilnya, setiap lembaga mungkin punya rezekinya masing-masing,” ujar Dra. Cicah.
Ia menegaskan, SMK Kimia Permentasi tidak ingin terlibat dalam persaingan yang mengarah pada saling iri atau menjelekkan sekolah lain. Sekolah memilih menjalankan SPMB secara profesional dengan tetap membangun komunikasi bersama tokoh masyarakat, alumni, orang tua siswa maupun orang tua alumni.
Dari sisi pengelolaan siswa, Dra. Cicah juga menekankan pentingnya profesionalisme. Kondisi sekolah, menurutnya, tetap berjalan meskipun selama sekitar tiga tahun tidak lagi menerima bantuan BPMU dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun RMP dari Pemerintah Kota Bandung.
Berhentinya bantuan tersebut terutama dirasakan pada kemampuan sekolah meningkatkan infrastruktur. Meski demikian, berbagai kegiatan sekolah tetap diupayakan berjalan. Perbaikan ringan dan pengecatan tetap dilakukan, sementara kesejahteraan guru juga menjadi perhatian.
“Honor guru tidak pernah kami tunggak. Piknik guru tetap diupayakan minimal setahun sekali. Kunjungan industri siswa juga tetap dilaksanakan meskipun kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Dra. Cicah juga menyampaikan bahwa keterbukaan menjadi bagian dari cara sekolah membangun hubungan dengan masyarakat dan media. Setiap wartawan yang datang, menurutnya, diterima dengan baik dan diberikan kesempatan untuk melihat serta mendapatkan informasi secara langsung.
“Kami tidak pernah mengeluh tentang kesusahan. Mengeluh juga tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi mengalir saja. Kalau ada pertanyaan, kami jawab apa adanya,” tuturnya.
Mengenai penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026, Dra. Cicah justru mengaku merasa kurang nyaman disebut sebagai sosok inspiratif. Ia menilai banyak kepala sekolah lain yang juga memiliki prestasi dan dedikasi.
“Saya sangat sederhana. Keinginan saya hanya mengantarkan anak-anak dari keluarga dhuafa, fakir dan miskin sampai lulus, sehingga minimal mereka bisa mencari nafkah untuk dirinya sendiri, bahkan kalau bisa menjadi tulang punggung keluarga. Yang penting mereka menjadi alumni yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa dirinya hanya memiliki latar belakang pendidikan S1. Namun, dalam membangun tim kerja, ia berupaya mendorong peningkatan kompetensi. “Kalau tim saya, minimal harus S2. Mudah-mudahan nanti ada yang melanjutkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Kimia Permentasi, Cahyadi, S.E., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengelola dan warga sekolah yang selama ini telah menjalankan tugas dengan baik. Ia mengapresiasi pengelolaan sekolah yang dilakukan secara transparan, termasuk dalam pengelolaan keuangan, baik kepada yayasan maupun warga sekolah.
Cahyadi juga berharap pemerintah dapat kembali memberikan perhatian terhadap SMK Kimia Permentasi, khususnya dalam membantu pengembangan infrastruktur sekolah.
Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga sekolah karena yayasan belum mampu memberikan kesejahteraan secara maksimal.
Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026 tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang Dra. Cicah dalam memimpin SMK Kimia Permentasi. Lebih dari sekadar penghargaan, kiprahnya menunjukkan bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar, tetapi dapat dimulai dari komitmen sederhana: menjaga sekolah tetap berjalan, memperhatikan guru, melayani siswa, dan mengantarkan anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga memiliki bekal untuk menjalani kehidupannya.
(rt / rgy)
