AESENNEWS.COM,BANDUNG- Sebuah rumah pernah bocor ketika hujan deras. Atapnya kemudian diperbaiki dan bagian yang rusak diganti. Setelah itu, rumah tersebut terlihat baik-baik saja. Namun ketika hujan kembali turun, pemiliknya mungkin masih merasa khawatir. Ia tahu atapnya sudah diperbaiki, tetapi pengalaman sebelumnya membuatnya tetap waspada.
Begitu juga dengan hati manusia.
Ada luka yang sebenarnya sudah kita pahami. Kita tahu apa yang terjadi. Kita mungkin juga sudah memahami alasan seseorang melakukan sesuatu kepada kita. Kita tahu bahwa menyimpan marah, kecewa, atau dendam terlalu lama hanya akan melelahkan diri sendiri. Bahkan kita mungkin sudah tahu bahwa memaafkan adalah pilihan yang baik.
Namun ketika mengingat kejadian itu, hati masih terasa sakit.
Mengapa?
Karena mengerti dengan pikiran tidak selalu berarti hati sudah pulih.
Kita sering bertanya kepada diri sendiri, “Bukankah aku sudah mengerti? Mengapa aku masih merasa sakit?”
Jangan terlalu cepat menyalahkan diri sendiri.
Luka batin tidak selalu hilang hanya karena kita sudah memahami apa yang seharusnya dilakukan. Ada luka yang membutuhkan waktu. Ada kenangan yang harus diterima perlahan. Ada kekecewaan yang tidak bisa selesai hanya dengan satu keputusan.
Pulih bukan berarti melupakan apa yang pernah terjadi. Pulih juga bukan berarti membenarkan sesuatu yang telah menyakiti kita.
Pulih adalah ketika kita mulai mampu mengingat tanpa kembali hancur.
Mungkin suatu hari kita masih mengingat peristiwa yang sama, tetapi rasa sakitnya tidak lagi sebesar dulu. Kita masih tahu bahwa pernah ada masa yang berat, tetapi masa itu tidak lagi menentukan siapa diri kita hari ini.
Karena itu, jangan memaksa diri untuk segera baik-baik saja.
Berikan waktu kepada hati untuk berproses. Terima bahwa ada hari ketika kita merasa kuat, tetapi ada pula hari ketika kenangan lama kembali mengetuk. Yang penting, jangan berhenti berjalan.
Sebab mengerti adalah langkah pertama, menerima adalah bagian dari perjalanan, dan pulih adalah sebuah proses.
Pada akhirnya, kita tidak harus menghapus semua luka dari masa lalu. Kita hanya perlu memastikan bahwa luka itu tidak terus memegang kendali atas kehidupan kita.
Kita boleh pernah terluka. Kita boleh membutuhkan waktu. Dan kita boleh berjalan perlahan sampai akhirnya hati benar-benar siap untuk melangkah lebih jauh.
(rt / rgy)
