-->

iklan tengah artikel

no-style

Warga Beragama Kristen di Pangalengan Jawa Barat kesulitan Memakamkan Jemaat yang meninggal Dunia

AESENNEWS.COM
Sunday, August 21, 2022, 10:20:00 AM WIB Last Updated 2022-08-21T03:20:21Z
AESENNEWS.COM|BANDUNG, Bertahun-tahun warga yang notabene beragama Kristen diPangalengan Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengalami kesulitan ketika hendak memakamkan jenazah pernyataan tersebut disampaikan Pendeta Gereja GBT Pangalengan Yahya Sukma.
Saat di temui awak media Yahya mengatakan bahwa "dipangalengan terdapat lebih dari 400 warga yang beragama nasrani/kristen yang sudah hidup berdampingan sejak lama dengan masyarakat muslim disana, kerukunan antarumat dibuktikan dengan berdirinya tiga Gereja besar di Kecamatan pangalengan,  kabupaten bandung jawa barat tanpa ada hambatan ketika melangsungkan peribadahan.  

"ada sekitar 400 orang lebih warga yang beragama kristen dari tiga gereja yakni GKP,  GPDI,  dan GBT, dan ada juga Gereja Khatolik dan Advent hanya saja yang lain bergereja di Kota Bandung,  dan tidak di gereja terdekat" ucapnya kepada awak media. 

Yahya kembali mengatakan "penolakan ketika hendak memakamkam jenazah terakhir kali terjadi pada selasa(26/7/22) lalu, saat itu Yahya dan pengerja hendak 
Mengurus proses pemakaman Jenazah salah satu jemaat yang meninggal di sentiong,  kampung danosaru, Desa Pulosaribkecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung Jawa Barat.  

Kala itu, Yahya hendak mengurus proses pemakaman seorang Ibu di pemakaman Sentiong, Kampung Danosari, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Yahya mengatakan "pihaknya/keluarga sudah memberitahuan kepada desa setempat dan akan memakamkam jenazah,  namun dalam negoisasi berjalan alot pihak keluarga tidak langsung mendapatkan persetujuan dari Desa.

Sampai-sampai pihak keluarga dan tokoh tokoh masyarakat berulang kali mendesak dan bolak-balik ke desa untuk medapatkan persetujuan" ungkapnya.  (19/8/22)

Akhirnya dari pihak desa menyetujui namun dengan beberapa syarat diantaranya tidak boleh menggali lahan baru "Jadi harus ditumpuk dengan jenazah yang lama, gak boleh buka lagi lahan yang baru," beber dia. Miris memang!!. 

Berbeda tempat
Pihak desa mengatakan "tidak mengklaim dan bermaksud menghalang-halangi proes pemakaman namun ketersediaan pemakaman itu dikembalikan kepada warga RT dan RW.

Setelah berunding yang cukup panjang, akhirnya baru sekitar pukul 9 malam jenazah dari warga Pangalengan non-muslim tersebut bisa dimakamkan dengan layak. 

Akibat peristiwa tersebut Yahya sangat menyesalkan peristiwa tersebut bisa terjadi kembali  padahal itu tingkat Pemerintahan,  seharusnya pemerintah turut mendukung  ketika ada kejadian seperti ini bukan justru malah menghalangi dan menyulitkan proses pemakaman, Yahya membeberkan Jauh sebelum itu, penolakan terhadap pemakaman warga nyang Kristen sudah terjadi sebanyak 4 kali, dan bukan hanya penolakan pemakaman juga terjadi perusakan nisan yang ada di pemakaman.  
Pada tahun saja 2019 ada empat kali penolakan pemakaman terhadap orang kristen, tutupnya.  (19/8/22)
Komentar

Tampilkan

  • Warga Beragama Kristen di Pangalengan Jawa Barat kesulitan Memakamkan Jemaat yang meninggal Dunia
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x