-->

popunder

no-style

Mengawali Tahun 2026 dengan Pemulihan,KPI Beit Simcha Bandung Gelar Ibadah Sabat Perdana dan Workshop Rohani Gratis

Monday, January 5, 2026, 2:33:00 PM WIB Last Updated 2026-01-05T07:33:58Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG- Awal tahun sering kali menjadi momen refleksi—saat untuk menata ulang langkah, membersihkan hati, dan memperbarui komitmen iman. Nuansa inilah yang terasa kuat dalam rangkaian kegiatan *Kehilat Pemulihan Indonesia (KPI) Beit Simcha Bandung,* yang mengawali tahun 2026 dengan ibadah Sabat dan workshop rohani yang membangun.

Bertempat di sebuah ruko sederhana *di Jalan Buah Batu Nomor 94, Bandung* , yang disulap menjadi tempat ibadah sekaligus ruang pembelajaran, KPI Beit Simcha Bandung menggelar *ibadah Sabat pertama tahun 2026* pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Ibadah dipimpin oleh Gembala KPI Beit Simcha Bandung, *Pdt. Jimmie Yohanes Sebastian* , dengan tema *“Tahun yang Baru: Menjadi Ciptaan Baru, Membersihkan Hati dari Sampah Kepahitan* .” Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa memasuki tahun yang baru tidak cukup hanya dengan semangat yang baru, tetapi juga dengan hati yang dimurnikan.

> “Tahun yang baru menuntut kita menjadi manusia yang baru. Kepahitan, luka batin, dan beban masa lalu adalah sampah rohani yang harus dibersihkan agar kita dapat berjalan dengan ringan bersama Tuhan,” ungkap Pdt. Jimmie Yohanes Sebastian.

 *Workshop Gratis: Memulihkan Pelayanan dan Kehidupan* 

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan *Workshop Musik, Worship Leader, dan Terapi Air Hidup* yang diselenggarakan *secara gratis* . Workshop ini menjadi wadah pembekalan rohani sekaligus praktis bagi jemaat serta para pelayan Tuhan dari berbagai latar belakang.

Narasumber pertama, *Petrus Wiradi Tjondropurnomo (Peter Purnomo),* seorang profesional musik yang sudah melangang buana, pemecah rekor Muri, pengusaha, dan hamba Tuhan, membagikan perspektif tentang musik sebagai sarana pelayanan, bukan sekadar keterampilan teknis semata.

> “Ilmu pengetahuan tentang musik bukan hanya sebatas teori dan keterampilan bermain, tetapi merupakan bidang yang sangat luas dan menarik untuk dipelajari. Pemain musik gereja akan lebih meresapi pelayanannya ketika ia memahami siapa Sang Pencipta musik itu sendiri. Bukan soal siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling siap dipakai Tuhan. Skill itu penting, tetapi hati yang benar jauh lebih menentukan,” tegas Peter Purnomo.

Sesi berikutnya diisi oleh *Ezra Romario Karafir,* penyiar Radio Surya Kebenaran Ambarawa sekaligus vocal coach musik pujian gereja. Ia membahas teknik vokal yang sehat sekaligus sikap hati seorang worship leader.

> “Worship leader bukanlah seorang performer. Kita menuntun jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan, dan itu dimulai dari kehidupan doa serta relasi pribadi kita dengan Tuhan setiap hari,” jelas Ezra Romario Karafir.

Sesi ketiga dibawakan oleh *Ps. Simeon Sulistyo* , hamba Tuhan, praktisi Hipnoterapi Air Hidup, serta dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Ia memiliki latar belakang akademik yang kuat, yakni S1 Psikologi, S2 Education Administration, S2 Pendidikan Kristen, dan S3 Teologi. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kesehatan jiwa dan pemahaman diri dalam pelayanan.

> “Banyak pelayan Tuhan melayani dengan penuh semangat, tetapi jiwanya sendiri lelah dan terluka. Tuhan rindu memulihkan para pelayan dan jemaat-Nya, bukan hanya memakai mereka,” tutur Ps. Simeon Sulistyo.

 *Antusias hingga Akhir* 
Setiap sesi workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis berhadiah yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Panitia juga menyediakan snack di sela sesi pertama dan kedua, serta makan siang sebelum sesi ketiga dimulai.

Menariknya, meskipun sesi *Terapi Air Hidup* berlangsung setelah jam istirahat makan siang—waktu yang biasanya rawan kelelahan—para peserta tetap mengikuti materi dengan penuh perhatian. Bahkan, setelah sesi berakhir, beberapa peserta masih mengajukan permintaan untuk praktik langsung, meskipun keterbatasan waktu belum memungkinkan hal tersebut dilaksanakan.

 *Kolaborasi Lintas Sinode* 
Workshop ini juga mencatatkan hal yang terbilang langka. Kegiatan diselenggarakan oleh *Sinode KPI,* sementara seluruh narasumber berasal dari *Sinode Gereja Pemulihan Firman (GPF).* 

Kolaborasi lintas sinode ini mencerminkan semangat kesatuan tubuh Kristus, di mana perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membangun dan memperlengkapi dalam pelayanan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama antara narasumber, panitia, dan para peserta—menjadi penanda bahwa tahun 2026 diawali dengan semangat pemulihan, kebersamaan, dan pengharapan yang baru.

Reporter : (rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Mengawali Tahun 2026 dengan Pemulihan,KPI Beit Simcha Bandung Gelar Ibadah Sabat Perdana dan Workshop Rohani Gratis
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x