-->

iklan tengah artikel

no-style

Inalilahi Wainailaihi Rojiun KH-TB Ma'ani "Ketua Umum PB Malnu Pusat Menes Wafat Di Jeddah Menuju Mekkah Saat Akan Melaksanakan Ibadah Haji

Friday, June 7, 2024, 2:11:00 PM WIB Last Updated 2024-06-07T07:11:40Z
AESENNEWS.COM, PANDEGLANG  – KH. TB. Hamdi Ma’ani Adalah Salah satu tokoh Ulama Di Banten sebagai ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) dan sebagai Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten. 

Kabar sebelumnya KH. Tb. Hamdi Ma’ani berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan Ibadah Haji yang kesekian kalinya. Sudah sampai di Jeddah menuju Mekkah, beliau wafat.   

"Riwayat Lahir Tubagus Hamdi, nama pemberian ayahnya yakni KH. Tb. Ma’ani Rusdi yang lahir 14 September 1964 di Kananga Menes Pandeglang dari ibu Hj. Endah Humaedah yang sebelumnya telah melahirkan putera sulungnya yaitu Tubagus Zidni. Sejak lahir hingga masa kecilnya, kehidupannya ada di Kananga bersama orang tua dan kerabat-kerabat lainnya. Baru menginjak usia di atas 5 tahun, Hamdi kecil ada dalam gemblengan Mama KH. Muhammad Rosikh, terutama dalam hal ngaji. 

Meski paginya, Hamdi kecil bersekolah di SDN I Kananga. Nasab Mulia Leluhur Tubagus Hamdi adalah leluhur yang mulia, karena itu tergolong al-Karim ibnu al-Karim. Hingga nasabnya tersambung hingga Sunan Gunung Jati Cirebon, salah satu anggota majlis Walisongo yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa bagian Barat. 

Tubagus Hamdi, bin KH. TB. Ahmad Ma’ani, bin KH. TB. Rusydi, bin Ratu Salamah, binti KH. TB Sahal, bin Syaikh Afifudin, bin Syaikh Mahdi, bin Syaikh Ajib, bin Syaikh Daud, bin Syaikh Sohib, bin Pangeran Arya Rahantika, bin Pangeran Indra Manggala, bin Pangeran Arya Wiradadaha II bin Pangeran Arya Wiradadaha I Tumenggung Pangeran Adiningrat, bin Pangeran Sarpan Bhumi Agung, bin Sunan Agung Mataram, bin Panembahan Pati Suda, bin Panembahan Girilaya, bin Panembahan Ratu, bin Panembahan pakungja, bin Pangeran Pasarean, bin Syaikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati. Sedangkan dari jalur buyutnya Tubagus Hamdi yaitu Ratu Kunah, ia tersambung ke Kanjeng Sultan Hasanuddin Banten.

" Pendidikan Setelah lulus dari tingkat Sekolah Dasar, Hamdi kecil melanjutkan sekolah ke SMPN Menes. Karena umumnya putera dari seorang kiai, meski belajar di sekolah umum, ia juga diajar ngaji ayahnya, terutama mendapat bimbingan dari kiai Rosikh. Lulus SMP Negeri 1 Menes, Hamdi remaja kemudian melanjutkan belajar ke Madrasah Aliyah di lingkungan MALNU Menes, yang kebetulan ayahnya adalah pengurus besar MALNU. Tubagus Hamdi lulus dari Madrasah Aliyah pada tahun 1982, kemudian melanjutkan mesantren di luar Menes. Sanad Ilmu Tubagus Hamdi muda dikenal sebagai pemuda haus ilmu, selain ngaji kepada ayahnya Hamdi muda pergi melanglang buana menuntut ilmu pada para kiai, orang-orang alim di luar Menes, antara lain yaitu. :

– Pesantren Cisantri Tubagus Hamdi ngaji selama 2 tahun di bawah bimbingan ulama besar al-Alim al-Allamah Abuya KH. Bustomi, dan Abuya Bustomi murid dari Abuya Abdul Halim Kadu Peusing Pandeglang, dan Abuya Abdul Halim murid dari Syaikh Nawawi al-Bantani. 

– Pesantren Cicurug Setelah dari pesantren Cisantri, kemudian Tubagus Hamdi melanjutkan menuntut ilmu kepada Kiai Encun Samsudin dari tahun 1984 hingga 1986 selama 2 tahun. Dari Cicurug, Hamdi muda meneruskan rihlah ilmiah ke Cikaduen, ke Kadomas dibawah asuhan KH. Kurdi. Hingga kemudian Tubagus Hamdi tabarrukan kepada KH. Ali Qoisyor, cucu Mbah Dalhar Setelah dari pesantren Kiai Ali, Tubagus Hamdi melanjutkan tabarrukannya ke Gresik Jawa Timur yaitu ke KH. Muqsith, dan dari Gresik diteruskan kepada KH. Abdul Ghofur pengasuh Pesantren Sunan Derajat di Lamongan Jawa Timur. 

Sanad Tarekat Masih dalam rihlah ilmiah, Tubagus Hamdi menerima ijazah Tarekat Syadziliah dari KH. Ali Qoisyor, sesuai dengan sanadnya. Tubagus Hamdi dari KH. Ali Qoisyor dari KH. Ahmad Abdul Haq dari Syaikh Nahrawi (Mbah Dalhar Watu Congol) dari Syaikh Muhtarom, sedangkan Syaikh Muhtarom seorang Mursyid Tarekat Syadziliah yang masyhur di Mekkah, merupakan tokoh sentralnya Tarekat Syadziliah di dunia Islam. Sementara itu, Tubagus Hamdi mengambil sanad Tarekat Qodriyah Naqsyabandiyah dari Ajengan KH. Zaenal Abidin, berasal ijazah tarekat dari Ajengan KH. Sohibul Wafa Tajul Arifin bin Syaikh Abdullah Mubarok atau masyhur dikenal dengan Abah Anom. 

Abah Anom dari ayahnya yakni Syaikh Abdullah Mubarok, dan Syaikh Abdullah Mubarok ijazah dari Syaikh Tolhah Cirebon, sedangkan Syaikh Tolhah dari Syaikh Abdul Karim Lempuyang Tanara. Pergi Haji Tahun 1986, Tubagus Hamdi berangkat haji untuk pertama kalinya, lalu mendapat kesempatan beribadah haji pada tahun-tahun berikutnya, yaitu tahun 1997 kemudian untuk ketiga kalinya H. TB Hamdi pergi haji tahun 2019. Pengabdian Umat Sejak tahun 1982 setelah lulus Madrasah Aliyah MALNU, KH. TB. Hamdi Ma’ani telah memulai aktivitasnya yaitu mengajar di MALNU, ikut membimbing para santri pengasuhan ayahnya. Hingga pasca wafat mendiang ayah Abah KH. TBC. Ma’ani Rusdi, ia melanjutkan sebagai pucuk pimpinan di pusat MALNU sejak tahun 2009 lalu, hingga sekarang. Selain mengajar dan mendidik santri di MALNU, maka KH. TB. Hamdi Ma’ani beraktivitas ceramah keliling, mulai undangan ceramah dari masyarakat Banten, masyarakat Bogor, Jakarta hingga undangan dari warga Lampung. Pada tahun 2016 lalu, Abah KH. TB Hamdi Maani terpilih secara demokratis menjadi Ketua MUI Kab. Pandeglang, lalu tahun 2021 dalam pemilihan pimpinan MUI Pandeglang, Abah KH. TBC. Hamdi Maani terpilih lagi untuk menjadi Ketua untuk keduakalinya. Akhir 2021, tempatnya di Tangerang Selatan pada Musda MUI Provinsi Banten, Abah KH. TB. Hamdi Maani terpilih secara demokratis menjadi Ketua Umum MUI Provinsi Banten, masa Bakri 2022-2027. Kemudian Abah KH TB Hamdi Maani sejak masih muda sudah beraktifitas di dalam keorganisasian NU, ia yang mendampingi ayahnya di setiap kegiatan-kegiatan NU baik di Pandeglang hingga luar Pandeglang. MALNU yaitu Mathla’ul Anwar Li Nahdlatul Ulama, adalah dasar harokah Abah KH. TB Hamdi Maani dalam khidmatnya di NU hingga sekarang. Di sisi lain, Abah KH. TB Hamdi Maani pun aktif di Banom NU bidang tarekat yaitu menjadi pengurus Idaroh Wustho Jatman (Jam’iyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah) Provinsi Banten sebagai Rois Awal di jajaran ifadliyah (semacam Suriyah). Sejak muda, Abah KH. TB. Hamdi Maani dalam kancah politik pula beraktifitas politik praktis dan berdasarkan sanad politiknya dari sang ayah, beraktifitas di partai PPP dari tingkat daerah hingga kini menjadi anggota Majlis Syari’ah DPP partai PPP. Hingga sekarang.

 Akhir Kalimat Abah KH. TB. Hamdi Maani, adalah tokoh ulama yang mumpuni, memiliki karakter khas, dan keahliannya dalam menyampaikan bahasa siloka atau simbolik sangat diakui oleh semua kalangan. Kini sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Banten dan aktivitas di NU dan MALNU seperti mata hati, yang jika kita berharap saran, nasehat dan masukan, Abah Hamdi seperti mata hati yang jernih dan tajam. Menes, 18 Juni 2023 Penulis, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten Ketua PW Rijalul Ansor Banten Idaroh Wustho Jatman Banten FKUB Provinsi Banten

Reporter : A.Sururi - ENdang M
Komentar

Tampilkan

  • Inalilahi Wainailaihi Rojiun KH-TB Ma'ani "Ketua Umum PB Malnu Pusat Menes Wafat Di Jeddah Menuju Mekkah Saat Akan Melaksanakan Ibadah Haji
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x