AESENNEWS.COM, BANDUNG - Memasuki tahun yang baru selalu membawa dua hal sekaligus: harapan dan kekhawatiran. Harapan akan hal-hal baik yang belum terjadi, dan kekhawatiran akan ketidakpastian yang belum kita pahami. Namun bagi orang percaya, pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, melainkan momen memperbarui iman kepada *YHWH yang berdaulat atas segala musim.* Kamis (1-01-2026)
Ketika kita mengucapkan, “Tidak ada satu pun yang di luar kendali-Mu,” sesungguhnya kita sedang mengakui satu kebenaran rohani yang mendasar: hidup ini tidak berjalan secara acak. Ada tangan Tuhan yang bekerja, bahkan ketika keadaan terlihat kacau dan doa terasa belum terjawab.
Sering kali, justru di saat kebutuhan paling mendesak—saat kekuatan habis dan jalan terasa tertutup—manusia belajar berseru dengan sungguh-sungguh. Seruan kepada YHWH bukan tanda kelemahan, melainkan pengakuan bahwa *sumber pertolongan sejati tidak berasal dari diri sendiri* , melainkan dari Dia yang menciptakan langit dan bumi.
Tahun 2026 mungkin masih menyimpan banyak tanda tanya. Namun iman tidak menuntut kita mengetahui segalanya terlebih dahulu. Iman mengajak kita percaya bahwa *YHWH sanggup menjadikan yang mustahil menjadi mungkin* , sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya. Apa yang tidak dapat dikerjakan manusia, tidak pernah menjadi masalah bagi Tuhan.
Lebih dari sekadar berharap mujizat, doa yang dewasa juga meminta agar hidup kita dipakai menjadi berkat. Sebab mujizat terbesar bukan hanya ketika keadaan berubah, tetapi ketika *Tuhan membentuk kita menjadi saluran kasih, pengharapan, dan kebenaran bagi orang lain.*
Memasuki tahun 2026 dengan iman berarti melangkah dengan keyakinan ini:
Tuhan memegang kendali, Tuhan mendengar seruan, dan Tuhan sanggup memakai hidup kita untuk kemuliaan-Nya.
Kiranya setiap langkah di tahun ini bukan digerakkan oleh ketakutan akan masa depan, melainkan oleh kepercayaan penuh kepada YHWH—Tuhan yang setia dari tahun ke tahun.
Amin.
Reporter :(rgy)
