AESENNEWS .COM, PANDEGLANG — Program Makanan Bergizi (MBG) untuk balita di wilayah Cilaja, Majasari, Pandeglang menuai sorotan setelah menu yang disajikan dinilai tidak memenuhi standar kelayakan gizi serta tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Salah satu orang tua penerima manfaat mengatakan bahwa menu yang diberikan kepada balita tersebut hanya terdiri dari nasi kecap, pisang, buncis, mentimun, dan tahu. Menurutnya komposisi tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan nutrisi penting bagi tumbuh kembang balita.
“Balita membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Menu seperti ini saya rasa belum memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Daud Yusuf Selasa (31/3).
Selain aspek gizi, Daud juga mengatakan bahwa ketidaksesuaian antara anggaran atau biaya program dengan kualitas makanan yang diterima. Menu yang tergolong sederhana tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai biaya yang seharusnya dapat menghadirkan makanan dengan kandungan gizi lebih lengkap, termasuk protein hewani dan variasi menu yang lebih baik.
Kekurangan utama dari menu tersebut menurutnya adalah tidak adanya sumber protein hewani serta minimnya kandungan lemak sehat yang penting bagi perkembangan otak dan fisik anak.
“Program MBG yang seharusnya menjadi upaya strategis dalam meningkatkan status gizi balita di masyarakat, dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi perencanaan anggaran maupun pengawasan kualitas menu di lapangan” Tambah nya.
Dirinya berharap adanya transparansi serta perbaikan segera dari pihak terkait agar penggunaan anggaran benar-benar efektif dan menu yang disajikan dapat memenuhi standar gizi balita.
Reporter : Cecep S- Tim
