AESENNEWS.COM, PANDEGLANG -BANTEN, Dalam perusahaan dagang wajib melayani pembeli dan ikuti sesuai aturan dan prosedur ,namun tidak seperti yang dilaksanakan oleh salah satu mitra pemerintah seperti di SPBU di Wilayah Saketi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten,di Duga dalam Pelayanan nya tidak propesional.Sabtu (13-06-2026)
Pasal nya pihak ambulance desa girijaya dengan tugas urzen untuk anter jemput pasien salah salah satu warga desa setempat ,namun ketika mau isi bensin di tolak dengan alasan barcode atau barkot sesuai aturan yang seharus nya dari pemerintah dan yang di buat kan juga oleh pihak SPBU Saketi tapi di tolak !
Di katakan oleh supir ambulan desa girijaya,Ai Somantri ' menjelaskan saya mau menjemput pasien ke Pandeglang ,sebelum berangkat saya isi bensin namun di tolak di karenakan barcot ketinggalan namun tidak bisa ucap nya .
Masih di lanjut kebetulan barcot tersebut yang ketinggalan ada Poto nya di Hp.namun tetap itu tidak bisa dilayani dengan alesan itu barcot bensin bukan milik ambulance desa giri jaya yang dapat bikin pihak pom SPBU Saketi "
Setelah beberapa kali memohon hingga ke bagian kantor nya menemui ,Juhdi " tetap bahwa untuk mengisi bensin tanpa barcot tak bisa dilayani ,kesal nya
Lanjut geser ke SPBU Cisantri nyata nya bisa di isi bensin sebesar Rp.70.000,- walaupun barcot aslinya tidak ada hanya memakai barcot Poto Copi yang ada di hp.
Pertanyaan nya kenapa pelayanan di SPBU Saketi tidak memberikan kelancaran pada konsumen secara propesional serta kebijakan yang lebih reel demi kepentingan orang banyak terutama petugas sosial menolong orang sakit tugas nya antar jemput pasien yang membutuhkan pertolongan segera tapi di persulit.
Dengan kejadian ini di harapkan pihak pemerintah dan dinas terkait turun spy dapat menegur serta memberikan sangsi ke pada petugas SPBU
Saketi agar kedepan nya tidak terjadi lagi hal seperti ini tutup nya ,Ai Somantri "
Sementara naik brita hal ini awak media blm mendapatkan hak jawab dan masih membuka klarifikasi nya ,untuk kita publikan kembali di pemberitaan selanjut nya.
Reporter : Iwan H- Tim
