AESENNEWS.COM, PANDEGLANG - BANTEN,
Penggunaan material bata ringan pada Pembangunan proyek revitalisasi SMP IT Assalam Picung, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, yang sebelumnya menjadi perhatian publik dipastikan telah sesuai dengan dokumen perencanaan pekerjaan. Hal tersebut disampaikan pihak sekolah dan Komite Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (KP2SP) sebagai bentuk klarifikasi atas informasi yang berkembang di masyarakat.
Kepala SMP IT Assalam Picung, Adinda Putri Nabila Huwaida, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi sekolah dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam program revitalisasi satuan pendidikan.
"Kami melaksanakan kegiatan revitalisasi sesuai dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Harapan kami pembangunan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SMP IT Assalam Picung," ujar Adinda saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Abi Supianto, M.Pd., selaku Ketua Komite Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (KP2SP) SMP IT Assalam Picung.
Menurut Abi, penggunaan bata ringan bukan merupakan perubahan spesifikasi ataupun keputusan yang diambil secara sepihak oleh pelaksana pekerjaan di lapangan. Material tersebut telah tercantum dalam gambar kerja, spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang menjadi dasar pelaksanaan proyek revitalisasi.
"Penggunaan bata ringan memang sudah sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis pekerjaan. Jadi material tersebut bukan diganti atau diubah di lapangan, melainkan memang sudah direncanakan sejak awal dalam dokumen pekerjaan," jelas Abi.
Masih dilanjut ,Ia menerangkan bahwa penggunaan bata ringan dalam pembangunan gedung pendidikan saat ini merupakan hal yang umum dilakukan karena memiliki sejumlah keunggulan teknis. Selain bobotnya lebih ringan dibandingkan bata konvensional, material tersebut juga memiliki tingkat presisi yang baik sehingga dapat mempercepat proses pekerjaan dan menghasilkan konstruksi yang lebih rapi.
Menurutnya, seluruh material yang digunakan dalam proyek revitalisasi telah melalui proses perencanaan dan perhitungan teknis yang tertuang dalam dokumen pekerjaan. Karena itu, pelaksanaan pembangunan di lapangan wajib mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan.
"Sebagai pelaksana pembangunan, kami bekerja berdasarkan dokumen pekerjaan yang ada. Apa yang tertuang dalam gambar kerja, spesifikasi teknis, dan RAB itulah yang menjadi acuan pelaksanaan pembangunan. Jadi penggunaan bata ringan memang sudah sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Abi menambahkan bahwa KP2SP bersama pihak sekolah terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi agar pekerjaan berjalan sesuai mutu, spesifikasi, dan target yang telah ditentukan.
Selain itu, pihaknya juga terbuka terhadap berbagai bentuk pengawasan dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel.
"Kami menghargai perhatian masyarakat terhadap pembangunan sekolah ini. Pada prinsipnya kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerjaan berjalan sesuai aturan, sesuai spesifikasi, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik serta dunia pendidikan," ujarnya.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait penggunaan material maupun metode pekerjaan yang diterapkan dalam proyek revitalisasi sekolah.
Sebelumnya, penggunaan bata ringan dalam proyek revitalisasi SMP IT Assalam Picung menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan yang mempertanyakan jenis material yang digunakan dalam pembangunan gedung sekolah. Namun berdasarkan penjelasan pihak sekolah dan KP2SP, penggunaan bata ringan telah sesuai dengan dokumen perencanaan, gambar kerja, spesifikasi teknis, serta RAB yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan.
Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi secara transparan, tepat mutu, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi meningkatkan kualitas sarana pendidikan bagi peserta didik tutup nya.
Reporter : Ab - Tim
