AESENNEWS.COM, BANDUNG- Suatu hari, seorang pria dikenal sebagai dermawan besar di kotanya. Setiap ada bencana, namanya selalu muncul. Ia memberi bantuan, membagikan makanan, bahkan rela datang langsung ke lokasi. Media memujinya, orang-orang mengaguminya.
Namun suatu malam, saat semua sorotan kamera hilang, ia duduk sendirian. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada pujian. Hatinya terasa kosong.
Ia mulai bertanya dalam diam,
“Untuk siapa sebenarnya semua ini kulakukan?”
Perlahan ia sadar—bukan karena cinta, tetapi karena ingin dilihat. Bukan karena peduli, tetapi karena ingin dipuji.
Di situlah ia mengerti: semua yang terlihat besar di luar, bisa jadi tidak berarti apa-apa di hadapan YHWH.
Rasul Paulus pernah berkata dalam 1 Korintus 13:1-3, bahwa sekalipun seseorang melakukan hal-hal yang luar biasa—berkorban, memberi, bahkan menyerahkan hidup—tetapi tanpa kasih, semuanya sia-sia.
Ini adalah kenyataan yang cukup mengguncang.
Ternyata, seseorang bisa:
Tampak baik tanpa benar-benar mengasihi
Tampak rohani tanpa sungguh-sungguh hidup dalam kasih
Tampak memberi, tetapi hatinya kosong
Di mata manusia, itu terlihat mulia.
Tetapi di hadapan Elohim, itu hanyalah “gong yang berkumandang dan simbal yang gemerincing”—ramai, tetapi kosong.
Kasih sejati bukan sekadar tindakan luar.
Kasih adalah motivasi hati.
Yeshua Sang Hamasiah tidak hanya melakukan kebaikan—Dia melakukannya dengan kasih yang murni, bahkan sampai menyerahkan diri-Nya.
Itulah standar kasih yang sejati.
Renungan ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya:
Apakah aku melakukan yang baik karena cinta… atau karena ingin dilihat?
Apakah pelayananku lahir dari hati… atau sekadar kebiasaan?
Apakah hidupku bermakna di hadapan YHWH… atau hanya terlihat bermakna di mata manusia?
Tanpa kasih, semua hanya suara.
Dengan kasih, bahkan hal kecil menjadi kekal.
Kiranya YHWH menolong kita untuk tidak hanya melakukan yang benar, tetapi melakukannya dengan hati yang penuh kasih.
Karena pada akhirnya, bukan seberapa besar yang kita lakukan,
tetapi seberapa dalam kasih yang kita hidupi. (Rt/Rgy)
