AESENNEWS.COM, Bandung sosok muda inspiratif kembali hadir dari kalangan generasi produktif. Andi Ismail Taqyuddin, yang akrab disapa AIQ, menunjukkan bagaimana keteguhan, kemandirian, dan pola pikir kritis dapat menjadi fondasi kuat dalam menapaki perjalanan hidup dan karier.
Saat ini, AIQ dipercaya sebagai Program Manager sekaligus Lead Angkatan di Aksara Rembaka ID. Dalam perannya tersebut, ia tidak hanya mengelola program, tetapi juga berkontribusi dalam membangun sistem kerja tim yang terstruktur, efektif, dan berorientasi pada proses.
Perjalanan hidup AIQ tidak terlepas dari dinamika yang membentuk karakternya sejak dini. Tumbuh dalam kondisi orang tua yang bekerja di luar kota, ia terbiasa menjalani kehidupan secara mandiri. Kemandirian tersebut semakin teruji saat ia dihadapkan pada pilihan besar setelah lulus SMK: melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja.
Di tengah tekanan situasi, AIQ memilih untuk bekerja dan merantau ke Bandung seorang diri. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting yang membentuk keberanian, tanggung jawab, serta ketegasan dalam mengambil langkah hidup.
Tidak berhenti di sana, setelah satu tahun bekerja, AIQ kembali mengambil keputusan strategis dengan melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalani aktivitas profesional. Kini, setelah tiga tahun berada di dunia kerja dan memasuki semester akhir perkuliahan, ia terus menunjukkan konsistensi dalam menyeimbangkan tanggung jawab serta pengembangan diri.
Di tengah kesibukan tersebut, AIQ tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia mengisi waktu luang dengan berbagai aktivitas seperti bermain game, menonton film, berkeliling kota, hingga berolahraga seperti gym dan lari. Baginya, hidup bukan sekadar tentang hasil akhir, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjalani dan memaknai setiap proses.
Kehadiran Aksara Rembaka ID menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan AIQ. Ia menemukan ruang yang menghargai proses, bukan hanya capaian. Hal ini selaras dengan prinsip hidup yang ia pegang: tidak menggenggam masalah terlalu erat, melainkan menjalaninya sambil terus belajar dari setiap pengalaman.
Di lingkungan tersebut, AIQ dikenal sebagai sosok yang mampu memimpin diskusi dengan pendekatan sistematis dan solutif. Ia tidak hanya menjadi penggerak program, tetapi juga figur yang mampu mengarahkan tim dengan pemikiran yang terstruktur.
Memiliki minat besar di bidang hukum pidana, AIQ membawa visi jangka panjang untuk menjadi seorang jaksa yang menjunjung tinggi integritas dan keadilan. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat diwujudkan melalui usaha dan keyakinan diri.
Prinsip hidupnya, “Bersyukur, Berusaha, Berserah,” menjadi landasan dalam setiap langkah yang diambil.
Ke depan, AIQ berharap dapat terus mengembangkan kapasitas dirinya, baik sebagai individu maupun profesional. Ia juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan melalui kemampuan analisis dan pemikiran kritis yang dimilikinya.
Bagi AIQ, setiap proses adalah bagian dari perjalanan, dan setiap perjalanan selalu menyimpan pelajaran berharga.
Asep Supriana Nugraha



