AESENNEWS.COM, PANDEGLANG -BANTEN, Imbas dari pelaksanaan yang di duga gagal dalam perencanaan awal untuk pemasangan gorong-gorong /jembatan jalan raya nasional di Cigerendeng Desa Tegalwangi Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten ,Lahan sawah warga terendam air.
Hal ini terlihat dilokasi oleh awak media saat para pihak dinas terkait DPU- PR serta jajaran termasuk konsultan,pengawas proyek (PU) turun kelokasi berikut pelaksana dan pekerja dari salah satu PT.yang ditunjuk untuk memperbaiki nya .
Namun saat awak media meminta hak jawab dari pihak pelaksana terkait rencana per baikan gorong-gorong jalan tersebut mereka masih bingung dalam pelaksanaan nya ucap nya.
Kami masih menunggu di antara dua pilihan apakah diperbaiki kembali pasangan gorong-gorong tersebut atau membuat galian jalan air kembali dan sementara kami masih menunggu intruksi hasil rapat dari dinas Balai /DPU -PR pusat dan provinsi tuturnya.
Sementara disisi lain yang mewakili pemilik lahan yang merasa dirugikan ,TB.Entus' Menjelaskan terkait proyek hasil pasangan gorong-gorong jalan raya nasional ini di anggap gagal karena hasil nya telah merugikan lahan perikanan serta lahan sawah kami kebanjiran dan tidak dapat kami tanami padi begitu juga untuk balong ikan kami kesal nya.
Selain itu dari awal pelaksanaan yang di anggap sudah selesai nyata nya gagal bahkan lahan kebun serta pohon bambu yang mereka pakai tidak sesuai dengan kebijakan ganti rugi nya belum seimbang ditambah imbas nyah kebanjiran sampai sekarang .
Harapan agar pihak pemerintah serta dinas terkait ,supaya lebih peduli kepada kami sebagai warga masyarakat kecil yang taat pajak andaikan ada proyek memakai anggaran negara ,maka kami pun meminta hak kami sebagai pemilik lahan yang kami bayar pajak nya tiap tahun untuk ada perhatian dan ganti rugi yang seimbang tentu nya "jangan kepada pengusaha untung kami yang merugi pesan ,TB.Entus"
Dan hal ini pun di paparkan juga oleh pihak sebagai pengamat pembangunan wilayah Pandeglang -Banten ,Iping Sarfin" kalau saya amati hasil dari pembangunan pasangan gorong-gorong jembatan jalan raya nasional ini bisa dikatakan dengan dugaan proyek pelaksanaan nya gagal dalam perencanaan awal.
Kenapa saya katakan seperti karena cara penerapan gorong-gorong itu untuk dasar galian kurang dalam sehingga ketebalan gorong-gorong yang dipasang itu menyumbat jalan nya air sehingga membanjiri lahan sawah serta Balong ikan warga yang ada disekitar pungkas ,Iping Sarfin"
Awak media sementara masih menunggu komentar hak jawab nya dari pihak dinas terkait untuk kami publikasikan kembali di pemberitaan selanjut nya
Reporter : Ab- Tim
