-->

popunder

no-style

Euforia Jangan Sampai Berubah Jadi Tragedi

Thursday, May 21, 2026, 12:31:00 PM WIB Last Updated 2026-05-21T05:31:28Z
AESENNEWS.COM, BANDUNH - Kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar (Minggu, 17/5/2026) seharusnya menjadi momen sukacita bagi para bobotoh. Namun peristiwa penganiayaan yang menimpa Jaeni, seorang mahasiswa asal Tasikmalaya saat nobar di kawasan Taman Maluku, Kota Bandung, justru meninggalkan duka mendalam.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa euforia sepak bola tidak boleh berubah menjadi ruang bagi aksi kekerasan dan kriminalitas. Apalagi korban disebut hanya datang untuk menikmati pertandingan bersama saudaranya dan bahkan tidak mengenakan atribut tertentu yang bisa memicu keributan.

Peristiwa seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, terutama aparat keamanan dan pemerintah daerah. Penanganan jangan hanya dilakukan setelah kejadian terjadi, tetapi pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Pihak berwenang perlu meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi yang sejak awal diprediksi rawan kericuhan, terutama saat pertandingan besar berlangsung. Titik-titik nobar, pusat keramaian, jalur konvoi, dan kawasan yang sering menjadi tempat berkumpul massa harus dijaga secara maksimal sebelum situasi berubah tidak terkendali.

Selain itu, sudah saatnya razia senjata tajam dilakukan secara rutin dan serius. Bukan hanya ketika ada operasi besar, tetapi juga pada kawasan yang memang sering menjadi titik rawan kriminalitas maupun keributan. Razia di jalanan dan tempat-tempat keramaian penting dilakukan demi mencegah orang membawa senjata tajam yang sewaktu-waktu bisa digunakan saat emosi memuncak.

Kehadiran senjata tajam di tengah keramaian jelas menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat. Jangan sampai aparat baru bertindak setelah ada korban berjatuhan.

Di sisi lain, pelaku kerusuhan atau kekerasan juga tidak boleh mudah dilepas begitu saja tanpa efek jera. Penegakan hukum harus tegas agar menjadi pelajaran bagi siapa pun yang mencoba membuat keributan di ruang publik. Jika pelaku terus dibiarkan atau hanya diberi sanksi ringan, maka kejadian serupa berpotensi terus berulang.

Secara khusus menjelang tanggal 23 dan 24 Mei nanti, aparat keamanan juga perlu meningkatkan kewaspadaan secara ekstra. Pasalnya, ada rencana pesta dan pawai kemenangan Persib apabila berhasil memastikan gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Antusiasme bobotoh tentu akan sangat besar dan diperkirakan menghadirkan keramaian dalam jumlah masif di berbagai titik Kota Bandung.

Namun di sisi lain, aparat juga perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya luapan emosi apabila hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Kekecewaan sebagian oknum suporter dikhawatirkan dapat memicu keributan, aksi vandalisme, konvoi liar, atau bentrokan yang merugikan masyarakat luas.

Karena itu pengamanan, pengaturan arus massa, patroli jalanan, hingga pengawasan di titik-titik rawan harus benar-benar dipersiapkan sejak dini. Semua pihak, baik aparat, pemerintah daerah, komunitas bobotoh, maupun masyarakat perlu bersama-sama menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan alasan untuk saling melukai. Bobotoh sejati tentu ingin melihat Persib berprestasi dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh sportivitas.

Karena kemenangan sebuah tim akan terasa lebih indah jika dirayakan tanpa kekerasan dan tanpa meninggalkan air mata bagi siapa pun.
(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Euforia Jangan Sampai Berubah Jadi Tragedi
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x