-->

popunder

no-style

CERMIN ATAU JENDELA?*

Tuesday, August 4, 2026, 8:25:00 AM WIB Last Updated 2026-08-04T01:25:33Z
AESENNEWS.COM,BANDUNG- Pernahkah kita memperhatikan sebuah percakapan ketika beberapa orang sedang berkumpul?

Sering kali, pembicaraan yang awalnya biasa saja perlahan berubah menjadi cerita tentang orang lain. Kekurangan seseorang menjadi bahan pembahasan, keputusan hidupnya dinilai, dan kelemahannya dibicarakan dengan begitu mudah.

Entah mengapa, kita lebih cepat melihat apa yang kurang pada diri orang lain daripada menyadari apa yang masih perlu diperbaiki dalam diri sendiri.

Di sinilah sebuah ilustrasi sederhana memberi pelajaran yang berharga.

Melalui jendela, kita dapat melihat apa yang ada di luar diri kita. Kita melihat orang lain, tingkah lakunya, keberhasilannya, bahkan kekurangannya.

Namun melalui cermin, kita tidak melihat siapa pun selain diri sendiri.

Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari kita lebih sering melihat melalui "jendela" daripada bercermin. Kita lebih mudah menemukan kekurangan orang lain daripada mengenali kelemahan diri sendiri.

Padahal, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang begitu sempurna sehingga berhak menjadi hakim atas kehidupan orang lain. Sebaliknya, setiap orang selalu memiliki ruang untuk bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Percaya diri memang penting, tetapi sadar diri jauh lebih penting. Orang yang rendah hati menyadari bahwa dirinya pun masih memiliki kekurangan, masih perlu belajar, dan masih perlu terus memperbaiki diri.

Semakin dewasa seseorang, semakin kecil keinginannya untuk merasa paling benar. Ia lebih memilih memperbaiki dirinya daripada sibuk membandingkan atau menghakimi orang lain. Ia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik tanpa merasa dirinya paling baik.

Karena itu, sebelum melihat keluar melalui "jendela", sempatkanlah lebih dahulu bercermin. Sebab perubahan terbesar dalam hidup bukan dimulai ketika kita berhasil menemukan kekurangan orang lain, melainkan ketika kita berani memperbaiki diri sendiri. Ketika setiap orang mau lebih sering bercermin daripada mengintip ke luar jendela, hubungan akan dipenuhi pengertian, kerendahan hati, saling menghargai, dan keinginan untuk terus bertumbuh bersama.

(rg / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • CERMIN ATAU JENDELA?*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x