AESENNEWS.COM, Bandung, 2026 — Perjalanan organisasi mahasiswa hukum di lingkungan Universitas Terbuka Bandung memasuki babak baru. Organisasi yang sebelumnya dikenal dengan nama GEMA-HUTBA (Gerakan Mahasiswa dan Aktivis Hukum Universitas Terbuka Bandung) secara resmi bertransformasi menjadi HIMA HUKUM UT BANDUNG (Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Terbuka Bandung) sejak awal tahun 2026.
Perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan organisasi yang sejak awal didirikan sebagai wadah bagi mahasiswa hukum Universitas Terbuka untuk membangun solidaritas, mengembangkan kapasitas akademik, meningkatkan kemampuan berorganisasi, serta memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan dan sosial.
Awal Berdirinya GEMA-HUTBA
GEMA-HUTBA lahir dari gagasan dan semangat sejumlah mahasiswa hukum Universitas Terbuka Bandung yang melihat pentingnya sebuah wadah bersama bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta mengembangkan potensi di bidang hukum dan organisasi.
Organisasi tersebut kemudian resmi dibentuk pada 2 April 2023. Dalam proses awal pembentukannya, sejumlah mahasiswa menjadi bagian dari para perintis yang meletakkan fondasi organisasi.
Dalam kepengurusan pertama, Asep Supriana Nugraha dipercaya sebagai Ketua Umum pertama GEMA-HUTBA. Di bawah kepemimpinan tersebut, GEMA-HUTBA mulai membangun identitas organisasi dan menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan mahasiswa hukum.
Kehadiran GEMA-HUTBA menjadi bagian dari dinamika kemahasiswaan Universitas Terbuka Bandung dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengenai kepemimpinan, kerja sama, kajian hukum, kegiatan sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.
Estafet Kepemimpinan
Seiring berjalannya waktu, kepemimpinan organisasi mengalami regenerasi. Estafet kepemimpinan kemudian diteruskan kepada Encep Ridwan, yang dipercaya sebagai Ketua Umum kedua GEMA-HUTBA.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus momentum untuk melakukan evaluasi dan penguatan kelembagaan.
Di bawah kepemimpinan Encep Ridwan bersama jajaran pengurus dan anggota, organisasi kemudian memasuki fase baru yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan program, tetapi juga pada penyesuaian identitas kelembagaan dengan lingkungan akademik Universitas Terbuka.
Transformasi Menjadi HIMA HUKUM UT BANDUNG
Memasuki awal tahun 2026, GEMA-HUTBA mengalami perubahan nama menjadi HIMA HUKUM UT BANDUNG (Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Terbuka Bandung).
Perubahan tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Universitas Terbuka dan merupakan bagian dari upaya penyesuaian organisasi mahasiswa dengan nomenklatur serta tata kelola kemahasiswaan di lingkungan Universitas Terbuka.
Keputusan perubahan nama tersebut tidak dimaknai sebagai penghapusan sejarah GEMA-HUTBA. Sebaliknya, perubahan tersebut merupakan bentuk transformasi dan keberlanjutan organisasi.
Nama GEMA-HUTBA menjadi bagian dari sejarah yang telah membangun fondasi organisasi, sementara HIMA HUKUM UT BANDUNG menjadi identitas baru untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita yang telah dirintis sebelumnya.
Dari GEMA-HUTBA Menuju HIMA HUKUM UT
Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi mahasiswa hukum Universitas Terbuka Bandung.
Asep Supriana Nugraha, sebagai Ketua Umum pertama, tercatat sebagai bagian penting dalam fase awal pendirian dan pembangunan fondasi GEMA-HUTBA. Selanjutnya, Encep Ridwan, sebagai Ketua Umum kedua, melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus menjadi bagian dari proses transformasi organisasi menuju identitas baru.
Bersama jajaran pengurus dan anggota, proses perubahan tersebut dilakukan dengan semangat menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus mengikuti arah pengembangan kelembagaan mahasiswa di Universitas Terbuka.
Dengan perubahan tersebut, HIMA HUKUM UT BANDUNG diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin kuat bagi mahasiswa hukum Universitas Terbuka dalam mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan, profesionalitas, serta kepedulian sosial.
HIMA HUKUM UT BANDUNG juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan kajian hukum, membangun jejaring, mengembangkan potensi diri, serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebuah Nama Berubah, Sebuah Sejarah Tetap Hidup
Perubahan dari GEMA-HUTBA menjadi HIMA HUKUM UT BANDUNG merupakan bagian dari perjalanan panjang sebuah organisasi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan dinamika institusi.
GEMA-HUTBA adalah fondasi sejarah.
HIMA HUKUM UT BANDUNG adalah kelanjutan perjuangan.
Dengan semangat tersebut, HIMA HUKUM UT BANDUNG melanjutkan perjalanan organisasi dengan membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para perintis dan pengurus sebelumnya, sekaligus membuka lembaran baru bagi generasi mahasiswa hukum Universitas Terbuka Bandung.
Transformasi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun organisasi yang semakin profesional, inklusif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, almamater, masyarakat, serta perkembangan hukum di Indonesia.


