AESENNEWS.COM - BANDUNG Acara yang diberi Tema "Breakfast with the King (BWK)" ini bertempat di Royal Dynasty Restaurant, Jl. Jend. Sudirman no. 232 - Bandung pada Rabu, 09 September 2026 jam 09.00-13.00 Wib. Kegiatan ini difasilitasi oleh Jaringan Doa Sekota (JDS) Bandung dan Forum Perempuan Kristiani Bersatu (FPKB) Jawa Barat serta dihadiri sekira 140 hamba Tuhan (gembala/pendeta beserta pasangannya dan perwakilan pemimpin youth/pemuda remaja) dari 250 orang undangan yang melayani di kota Bandung dan sekitarnya.
Ternyata tema di atas adalah nama tim pelayanan yang didirikan atas kerinduan Pdt. Victor Poernomo, yang juga merupakan gembala sidang di Gereja JKI Higher Than Ever (HTE) di Semarang yang bernaung di bawah sinode Jemaat Kristen Indonesia (JKI).
Meskipun demikian, gerakan atau komunitas pelayanan Breakfast with the King (BWK) sendiri bersifat lintas gereja (interdenominasi). BWK tidak bertujuan membangun gereja cabang, melainkan hadir sebagai wadah persekutuan (fellowship) dan pemulihan untuk merangkul serta menguatkan para hamba Tuhan dari berbagai latar belakang sinode.
Adapun rundown (susunan/daftar acara)nya adalah ibadah yang diawali dengan satu/dua pujian lalu Khotbah I dibawakan oleh Ps. Victor Poernomo dan Khotbah II oleh Ps. Hengky Kusworo, kata-kata sambutan: 1. Ketua Panitia: Bapak Paulus, 2. Ketua FPKB Jawa Barat: Ibu Merry, 3. Ketua JDS Bandung: Pdt. Husen, Pembagian doorprize dan berbagai hadiah lainnya, dan ditutup dengan doa syafaat/berkat/penutup oleh Ps. Victor Poernomo.
Ps. Victor Poernomo menyampaikan khotbah berdasarkan atas ayat firman Tuhan dalam Yesaya 43:19, "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara." Dalam konteks pendengar yang nota bene adalah para hamba Tuhan tersebut, maka dia menyatakan bahwa yang dimaksud dengan padang gurun atau padang belantara adalah berbagai persoalan, tantangan, dan penderitaan yang harus dialami di dalam pelayanan. Kemudian supaya terjadi solusi atau mujizat Tuhan ("jalan"/"sungai") di dalam dinamika pelayanan, maka ada tiga (3) syarat yang harus dipenuhi oleh setiap hamba Tuhan ini, yaitu: Pertama, Iman yang kokoh kepada Allah (Keluaran 14:22); Kedua, Percaya kepada Firman Allah (2 Raja-raja 6:16-17); dan Ketiga, Kalibrasi/Observasi hati (Mazmur 139:3-4).
Sementara itu, Ps. Hengky Kusworo mengambil dari Efesus 5:15-17 sebagai dasar khotbahnya yang berbunyi sebagai berikut: "Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." Dari dalam bagian firman Tuhan ini, dia menitikberatkan pada kata "waktu" di mana jika dilhat dalam bahasa Yunaninya terdapat dua kata yang berbeda artinya masing-masing, yakni kairos dan kronos. Kairos adalah waktu atau kesempatan yang tepat sebagai manifestasi kehendak Allah yang berdasarkan atas kehadiran-Nya dalam hidup kita di dunia ini, sedangkan kronos merujuk pada waktu kronologis atau durasi yang berjalan secara linier yang diukur dengan detik, jam, hari, bulan, hingga tahun. Tetapi kata Ps. Hengky, jika kita menyia-nyiakan kronos hidup kita, maka kita tidak akan menangkap kairos Tuhan. Maka dari itu, supaya kita dapat menangkapnya, kita harus selalu membangun relasi yang intim dengan Allah melalui doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, dan berpuasa secara intensif dan teratur.
Menurut pengamatan langsung awak media Aesennews.com, acara tersebut session demi session dari awal sampai akhir berlangsung lancar, tertib, dan kondusif sehingga semua pihak merasakan sukacita yang meluap-luap oleh karena mereka dapat fokus menikmati hidangan rohani dan jasmani apalagi bagi mereka yang mendapatkan doorprize dan berbagai hadiah lainnya, berupa baju batik Semarang, kompor gas, kipas angin, teplon, dan sebagainya. Kemudian juga di luar pintu pas mau pulang ada sejumlah besar bingkisan untuk diberikan oleh tim BWK kepada seluruh peserta undangan.
Reporter: Filipus Karyadi, S. Th







