AESENNEWS.COM, BANDUNG- Edimar Rocha Martins, pria berusia 49 tahun dari Brasil, rela menempuh perjalanan sejauh 2.000 kilometer demi menemui wanita yang diyakininya sebagai calon istri. Selama ini, ia berkomunikasi dengan Jéssica Oliveira melalui TikTok. Namun, harapannya berujung kekecewaan ketika wanita tersebut diduga hanyalah sosok fiktif yang diciptakan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (PR, 20/10/2026).
Kisah ini membuka mata kita terhadap sisi gelap kemajuan teknologi. Dengan AI, seseorang dapat menciptakan wajah palsu, merekayasa suara, membangun identitas fiktif, bahkan mempermainkan perasaan orang lain demi keuntungan pribadi.
Teknologi semakin canggih, tetapi kebohongan juga semakin mudah disamarkan. Sesuatu yang palsu bisa terlihat nyata, sementara kebohongan dapat terdengar seperti kebenaran.
Sesungguhnya, AI bukanlah musuh manusia. Teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat jika digunakan secara bertanggung jawab. Persoalannya terletak pada manusia yang menyalahgunakannya untuk menipu, mengeksploitasi kepercayaan, dan merugikan sesamanya.
Karena itu, kita perlu semakin bijaksana dalam menghadapi dunia digital. Jangan mudah memercayai identitas seseorang yang hanya dikenal melalui dunia maya, terutama jika hubungan yang baru terjalin mulai diwarnai permintaan uang, janji-janji berlebihan, atau upaya memainkan emosi.
Teknologi dapat membantu seseorang menyembunyikan identitas dan memanipulasi kenyataan. Namun, kebohongan tidak selamanya dapat ditutupi. Cepat atau lambat, fakta bisa terungkap dan kepercayaan yang telah dirusak mungkin sulit dipulihkan.
Ada satu hal yang perlu kita sadari: kecanggihan teknologi tidak menghapus tanggung jawab moral manusia. Setiap orang tetap bertanggung jawab atas pilihan dan perbuatannya, termasuk ketika menggunakan teknologi untuk memperdaya orang lain.
Wajah bisa dipalsukan, suara bisa direkayasa, dan identitas bisa dimanipulasi. Namun, kecanggihan teknologi tidak akan pernah mengubah kebohongan menjadi kebenaran atau menghapus tanggung jawab orang yang melakukannya.
Reporter : RT/rgy
