-->

popunder

no-style

BUKANKAH AYAH SEHARUSNYA MELINDUNGI?*

Friday, October 23, 2026, 10:43:00 AM WIB Last Updated 2026-10-23T03:44:04Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG - Bagi seorang anak kecil, ayah seharusnya menjadi sosok yang membuatnya merasa aman. Dalam pelukan ayah, ia semestinya menemukan ketenangan. Dalam kehadiran ayah, ia seharusnya merasakan perlindungan. Namun, bagaimana jika orang yang seharusnya menjadi pelindung justru diduga menjadi sumber penderitaan?

Berita tentang dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia tiga tahun di Bandung, yang melibatkan ayah kandungnya sendiri yang berprofesi sebagai dokter, sungguh mengguncang nurani (PR, 21 Oktober 2026). Jika dugaan tersebut terbukti, peristiwa ini menjadi gambaran betapa mengerikannya ketika kepercayaan seorang anak justru dikhianati oleh orang yang seharusnya paling menjaganya.

 *Kok Bisa-Bisanya? Kok Tega-Teganya?* 

Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan. Anak seusia itu masih sepenuhnya bergantung pada orang dewasa. Ia belum mampu memahami sepenuhnya apa yang terjadi, apalagi melindungi dirinya sendiri. Ia membutuhkan kasih sayang, bukan kekerasan; perlindungan, bukan ancaman; dan rasa aman, bukan ketakutan.

Peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa gelar akademik, jabatan, dan profesi terhormat tidak otomatis menjamin keluhuran moral seseorang. Kecerdasan dan pengetahuan seharusnya berjalan bersama hati nurani, pengendalian diri, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

Seseorang boleh saja memiliki pendidikan tinggi dan kedudukan terhormat, tetapi semua itu kehilangan makna jika ia tidak mampu menghormati hak dan keselamatan orang lain, terlebih anak-anak yang berada dalam tanggung jawabnya.

 *Anak Bukan untuk Disakiti* 

Anak bukan milik orang dewasa yang boleh diperlakukan sesuka hati. Mereka adalah pribadi yang memiliki hak atas keselamatan, perlindungan, dan masa depan yang layak. Ketidakberdayaan mereka seharusnya membangkitkan tanggung jawab kita untuk menjaga, bukan membuka peluang bagi siapa pun untuk menyakiti mereka.

Karena itu, perlindungan anak bukan hanya urusan keluarga. Masyarakat harus berani peduli, lingkungan harus tanggap terhadap tanda-tanda kekerasan, dan penegak hukum harus menangani setiap dugaan pelanggaran dengan serius, adil, serta mengutamakan keselamatan korban.

Anak-anak juga perlu diberi ruang untuk berbicara tanpa rasa takut. Ketika mereka mengungkapkan sesuatu yang mengkhawatirkan, orang dewasa harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh, bukan langsung menyalahkan atau mengabaikannya.

 *Bukankah ayah seharusnya melindungi, bukan melukai? Bukankah rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak, bukan tempat ia harus menghadapi ketakutan dari orang yang dipercayainya?* 

Jangan biarkan anak kehilangan rasa aman hanya karena orang dewasa gagal menjalankan tanggung jawabnya. Jangan pula membiarkan status, jabatan, atau hubungan keluarga menjadi alasan untuk menutup mata terhadap dugaan kekerasan.

Sebab, ukuran kemuliaan seseorang bukanlah tingginya pendidikan atau terhormatnya profesi, melainkan bagaimana ia memperlakukan mereka yang lemah dan tidak berdaya. Melindungi anak bukan sekadar kewajiban orang tua, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.

(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • BUKANKAH AYAH SEHARUSNYA MELINDUNGI?*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x